BANDAR LAMPUNG — Gelombang Rossby Ekuatorial yang melintas di sebagian besar Sumatra menjadi pemicu utama meningkatnya aktivitas konvektif di wilayah Lampung. Kondisi perairan di sekitar Sumatra juga masih menyediakan kelembapan yang menjadi bahan bakar pertumbuhan awan hujan. BMKG Lampung mencatat periode 1–7 Oktober 2026 berpotensi mengalami peningkatan hujan dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada periode yang sama, suhu udara di Lampung masih tergolong tinggi di siang hari. Wilayah dataran rendah terasa panas sebelum awan hujan tumbuh, sedangkan daerah pegunungan seperti Lampung Barat dan Tanggamus lebih sejuk. BMKG sebelumnya mencatat suhu maksimum di Lampung sempat menembus 37 derajat Celcius pada 24–27 September 2026.
Masyarakat di Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Lampung Timur diminta waspada terhadap hujan sedang hingga lebat yang datang secara lokal. Hujan jenis ini berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Sementara itu, Bandar Lampung, Metro, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Mesuji tidak masuk dalam daftar wilayah berpotensi hujan sedang-lebat versi BMKG. Meski begitu, bukan berarti wilayah tersebut pasti tanpa hujan.
Dinamika atmosfer yang cepat berubah membuat hujan lokal masih mungkin terjadi. Warga diminta tetap memantau pembaruan informasi BMKG, terutama sebelum beraktivitas di luar ruangan.
BMKG menyebut potensi hujan meningkat karena dukungan faktor lokal dan topografi di sejumlah daerah. Hujan sedang hingga lebat dapat muncul tiba-tiba meski pagi hari terlihat cerah berawan.
Puncak aktivitas hujan diperkirakan terjadi pada siang hingga malam. Warga yang hendak bepergian disarankan menyiapkan perlindungan dari hujan dan menghindari berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang.
Prakiraan ini berlaku untuk periode 2 Oktober 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan dinamika atmosfer terkini.