BANDARLAMPUNG — Capaian gerakan tanam PM-AAS di Kota Metro itu disebut Jihan sebagai bagian dari perluasan modernisasi pertanian di Lampung. Menurutnya, penerapan sistem itu juga diarahkan untuk meningkatkan produksi padi di wilayah tersebut.
"Kalau target total PM-AAS Lampung itu mencapai 35.100 hektare, sedangkan untuk gerakan tanam di Kota Metro hari ini itu sekitar 400 hektare," ujar Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela di Bandarlampung, Rabu.
Jihan menjelaskan penerapan PM-AAS lebih dulu dilakukan di Kabupaten Lampung Tengah dengan luasan lahan sekitar 100 hektare. Program itu melibatkan 77 petani.
Lahan di Lampung Tengah sudah memasuki masa panen dengan produktivitas mencapai 11,2 ton per hektare. Angka itu melampaui target yang ditetapkan, yakni 10 ton per hektare.
"Pembiayaan yang harus dikeluarkan petani itu per hektare sekitar Rp15 juta, namun hasilnya kalau bisa 10 ton per hektare dengan harga pembelian pemerintah Rp6.500 per hektare bisa dapat untung mencapai Rp65 juta," ucap dia.
Wagub menyebut gerakan tanam PM-AAS akan membantu memperluas modernisasi pertanian sekaligus mendongkrak produksi di daerah. Untuk tahap awal, penerapan difokuskan pada sektor padi.
"Harapannya ke depan bisa makin luas untuk modernisasi pertanian, dan hari ini di sektor padi kita terapkan dulu," katanya.
Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi para petani yang telah berupaya mendorong produksi pertanian daerah. Sektor pertanian dinilai penting karena dari Rp500 triliun lebih PDRB Lampung, hampir 28 persen disokong sektor itu.
"Ketika 44 persen masyarakat Lampung bekerja di bidang pertanian, perikanan, dan hortikultura. Maka kalau ini jadi fokus perhatian kita di Provinsi Lampung, maka kesejahteraannya serta produktivitas pertanian terjaga, dan Lampung akan semakin maju serta semakin sejahtera," tambahnya.