LAMPUNG SELATAN — Kapolsek Natar AKP Setyo Budi Howo menyatakan pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian untuk menelusuri peristiwa tersebut. Menurut keterangan sejumlah saksi, keributan bermula dari salah paham setelah kendaraan kedua pihak bersenggolan di SPBU.
"Kasus ini ditangani oleh Polda Lampung, jadi kemarin memang kami mendatangi lokasi untuk mengetahui peristiwa tersebut dan dari keterangan saksi-saksi dikatakan ada salah paham di mana disebutkan kendaraan keduanya bersenggolan di SPBU," kata Setyo, seperti dilansir detikSumbagsel, Minggu (27/9/2026).
Bersenggolan kendaraan di SPBU memicu cekcok antara Teguh dan pelajar DN. Dalam keributan itu, Teguh disebut melakukan pemukulan hingga korban tak sadarkan diri.
Setyo menegaskan seluruh rangkaian peristiwa akan dibuktikan lewat penyelidikan yang kini dipegang Polda Lampung. Pihaknya tidak menangani kasus ini sendirian karena laporan resmi keluarga korban masuk ke Mapolda Lampung.
"Keluarga korban ini telah membuat laporan ke Polda, jadi semua prosesnya nanti akan dibuktikan dalam penyelidikan di sana," jelasnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi soal pasal yang disangkakan kepada Teguh. Polisi juga belum menyampaikan apakah ada barang bukti yang disita dari lokasi kejadian.
Pelajar berusia 16 tahun itu masih menjalani perawatan usai insiden tersebut. Setyo menyebut korban dirawat oleh keluarganya di rumah.
"Sudah dirawat oleh keluarganya," ujarnya.
Penganiayaan ini sempat viral di media sosial sebelum akhirnya dilaporkan secara resmi ke kepolisian. Peristiwa berlangsung di depan SPBU di wilayah Kecamatan Natar, Lampung Selatan, pada Rabu malam (24/9).
Polda Lampung kini memegang penyelidikan kasus ini. Sejumlah saksi di lokasi sudah dimintai keterangan oleh aparat yang lebih dulu mendatangi tempat kejadian.
Belum ada jadwal pemeriksaan lanjutan yang disampaikan kepada publik. Perkembangan kasus akan bergantung pada hasil penyelidikan yang dilakukan Polda Lampung.