Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung menegaskan komitmennya memperkuat gerakan kemanusiaan di wilayah setempat, mencakup penanganan bencana, pelayanan donor darah, hingga respons terhadap krisis kesehatan. Ketua PMI Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari menyampaikan hal itu di Bandarlampung, Kamis, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 PMI. PMI Lampung juga bersiap meluncurkan aplikasi SAI DONOR sebagai terobosan layanan donor darah berbasis digital.
BANDARLAMPUNG — Purnama Wulan Sari menegaskan bahwa peringatan HUT ke-81 PMI menjadi momentum refleksi dan evaluasi bagi seluruh jajaran organisasi. Menurut dia, pelayanan kemanusiaan harus semakin nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat Lampung.
"PMI hadir ketika kemanusiaan membutuhkan, mulai dari penanganan bencana, pelayanan donor darah, hingga respons terhadap berbagai krisis kemanusiaan dan kesehatan," ujar Purnama Wulan Sari di Bandarlampung.
PMI Provinsi Lampung menempatkan peningkatan kualitas pelayanan darah sebagai prioritas. Unit Donor Darah (UDD) di berbagai wilayah terus didorong agar memenuhi standar pelayanan yang lebih tinggi.
Purnama menyebut peningkatan standar pelayanan, profesionalisme, kenyamanan pendonor, serta ketersediaan darah yang aman dan berkualitas menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Semua itu bermuara pada dukungan terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Lampung.
"PMI Provinsi Lampung juga akan terus meningkatkan kualitas pelayanan darah melalui Unit Donor Darah (UDD) di berbagai wilayah sebagai upaya memperkuat gerakan kemanusiaan di daerah," katanya.
Selain layanan darah, PMI Lampung memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Seluruh jajaran PMI, pegawai, dan relawan diminta menjaga integritas dengan berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar organisasi.
Ketujuh prinsip itu meliputi kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan. Prinsip-prinsip ini menjadi landasan kerja PMI di setiap lini pelayanan.
"Selain itu kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana pun terus dilakukan. Seluruh jajaran PMI, pegawai, relawan, harus terus menjaga integritas dengan berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar organisasi," ucap dia.
PMI Provinsi Lampung tidak bergerak sendiri. Purnama menyatakan pihaknya akan terus memperkuat sinergi penanganan bencana bersama pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dunia pendidikan, media massa, dan masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor dinilai krusial mengingat karakter bencana di Lampung yang bisa datang kapan saja. Setiap pihak memiliki peran dalam mempercepat respons dan pemulihan pascabencana.
Memasuki era transformasi digital, PMI Provinsi Lampung mendorong inovasi pelayanan kemanusiaan. Salah satunya melalui rencana peluncuran aplikasi bernama SAI DONOR.
Aplikasi tersebut dirancang menyediakan edukasi, berita, dan agenda kegiatan PMI. Ada pula informasi ketersediaan stok darah, profil pendonor, serta kartu donor digital yang memudahkan pendonor mengakses riwayat donasinya.
"PMI Provinsi Lampung harus adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi demi memberikan kemudahan akses informasi, memperkuat pelayanan, dan meningkatkan akuntabilitas dalam kerja-kerja kemanusiaan," ujar dia.
Purnama menutup dengan pesan agar seluruh elemen PMI dan masyarakat tidak berhenti peduli terhadap sesama. Semangat kebersamaan menjadi kunci gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan.
"Jangan pernah lelah untuk peduli. Jangan pernah berhenti bergerak. Dan jangan pernah berjalan sendiri. Mari kita terus peduli, bergerak, dan bersama dalam kemanusiaan," tambahnya.