Dosen Polinela Kembangkan Alat Pengering Ikan Asin Tenaga Surya di Pesawaran, Uji Coba Tunjukkan Selisih Kelembapan 15-20 Persen

Penulis: Khairul Anwar  •  Sabtu, 19 September 2026 | 10:01:31 WIB

PESAWARAN — Tim pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Lampung (Polinela) merancang alat pengering ikan asin berbasis energi surya untuk membantu kelompok usaha bersama (KUB) Teladan di Kabupaten Pesawaran. Alat ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat DIPA Polinela yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pendampingan manajemen usaha, pengembangan kemasan, hingga pemasaran digital.

Pengukuran awal sebelum alat digunakan menunjukkan perbedaan kelembapan sekitar 15 hingga 20 poin persentase antara kondisi udara di luar dan di dalam ruang pengering. Selisih itu menandakan ruang pengering mampu menciptakan lingkungan dengan kelembapan lebih rendah dibandingkan udara sekitar, yang secara teoritis mempercepat proses pengeringan ikan.

Melindungi Ikan dari Debu dan Serangga

Ketua tim pelaksana, Melidawati, M.T., mengatakan inovasi tersebut tidak hanya mempercepat proses pengeringan, tetapi juga meningkatkan kebersihan produk ikan asin. Selama ini, kata dia, ikan dijemur tanpa perlindungan apa pun sehingga rentan terkontaminasi.

"Selama ini ikan dijemur tanpa perlindungan apa pun, sehingga rentan terkontaminasi. Dengan ruang pengering yang tertutup, ikan tetap mendapatkan panas matahari, tetapi terlindungi dari debu dan serangga," ujar Melidawati.

Ruang pengering tertutup memungkinkan panas matahari tetap masuk, namun partikel debu dan serangga tidak bisa menyentuh ikan yang sedang dikeringkan. Pendekatan ini berbeda dari metode penjemuran konvensional yang mengandalkan alas terbuka.

Uji Berbeban dan Serah Terima Alat ke KUB Teladan

Setelah tahap uji kosong selesai, tim akan melanjutkan dengan uji berbeban menggunakan sampel ikan asin. Tahapan berikutnya mencakup serah terima alat kepada mitra, sosialisasi, serta pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan alat bagi anggota KUB Teladan.

Pelatihan itu menyasar anggota kelompok usaha agar dapat mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri setelah program pengabdian berakhir. Pendampingan manajemen usaha dan pemasaran digital disiapkan untuk melengkapi sisi teknis alat.

Susunan Tim dan Pembagian Kerja

Tim pelaksana diketuai Melidawati, M.T., dengan anggota Wahyu Kamilatul Fauziah, S.TP., M.T., yang menangani perancangan sistem mekanik reversible trays dan pengujian kinerja alat. Sistem baki yang dapat dibalik itu memungkinkan ikan dikeringkan secara merata tanpa perlu dipindah-pindah manual.

Husniati Marni bertanggung jawab dalam sosialisasi dan pelatihan penggunaan alat. Randi Anggit Wibisono menangani fabrikasi dan instalasi, sementara Amelia Sri Rezki mengerjakan analisis mutu produk ikan asin dan penyusunan artikel publikasi.

Program pengabdian ini menyasar KUB Teladan di Pesawaran sebagai mitra penerima teknologi. Setelah serah terima, kelompok tersebut diharapkan dapat memproduksi ikan asin yang lebih bersih dan bernilai jual lebih tinggi.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: lampungpro.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top