LAMPUNG — Kabar ini diumumkan langsung oleh BMW dalam tahap pengembangan final Seri 3 generasi baru. Pabrikan asal Munich itu memastikan lini model ini akan tetap menawarkan pilihan mesin empat dan enam silinder, lengkap dengan teknologi 48-volt untuk memenuhi regulasi emisi yang semakin ketat di berbagai negara, termasuk Eropa.
Keputusan ini diambil di tengah gencarnya elektrifikasi, di mana BMW juga bersiap meluncurkan i3 berbasis platform Neue Klasse. Artinya, penggemar setia mesin konvensional masih punya alasan untuk bertahan pada Seri 3 bermesin bensin sebelum era full-electric benar-benar tiba.
M350 xDrive hadir sebagai penerus M340i dengan peningkatan performa yang signifikan. Jika dibandingkan dengan M340i versi Amerika Serikat, varian anyar ini mendapat tambahan tenaga hingga 57 hp dan torsi ekstra 80 Nm. Sedangkan jika dibandingkan dengan M340i versi Eropa yang sempat diturunkan tenaganya karena regulasi emisi, selisihnya terasa lebih jauh lagi.
Dengan tenaga sebesar itu, BMW mencatatkan akselerasi 0-100 km/jam dalam 4,1 detik. Kecepatan tertinggi dibatasi secara elektronik pada 250 km/jam.
Salah satu hal yang paling menarik dari M350 xDrive adalah kehadiran fungsi bernama Drift Moment. Fitur ini pada dasarnya mengubah sistem penggerak all-wheel drive menjadi penggerak roda belakang murni, mengirimkan seluruh tenaga mesin ke poros belakang.
Fitur ini sebelumnya hanya tersedia pada BMW M3 versi penuh. Kini, teknologi tersebut diturunkan ke model M Performance, memberikan karakter mobil yang cenderung "membuang ekor" saat pedal gas diinjak dalam. Namun, fitur ini tidak akan tersedia saat peluncuran perdana. BMW menyebut Drift Moment baru akan hadir tahun depan melalui pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA), sehingga unit yang terkirim lebih awal pun tetap bisa mendapatkannya.
Meskipun menggunakan platform berbeda—CLAR untuk Seri 3 dan Neue Klasse untuk i3—keduanya memiliki bahasa desain yang nyaris identik. Bagian kabin juga diprediksi akan sangat mirip dengan i3, mengusung gaya minimalis dengan layar sentuh tengah berukuran 17,9 inci yang dipadukan dengan teknologi Panoramic Vision, yaitu proyeksi dari pilar ke pilar di dasar kaca depan.
Proses produksi Seri 3 generasi baru akan dimulai akhir tahun ini. Namun, perakitannya tidak lagi dilakukan di pabrik Munich yang selama ini menjadi rumah bagi seluruh generasi sebelumnya. Sebagai gantinya, produksi sedan sport ini dipindahkan ke pabrik Dingolfing, sementara pabrik Munich akan fokus memproduksi i3 listrik murni.
Untuk varian M3 generasi berikutnya, BMW memperkirakan peluncurannya tidak akan terjadi sebelum tahun 2028.
Selain M350 xDrive, BMW memastikan lini Seri 3 baru akan mencakup model bermesin empat silinder, dengan setidaknya satu varian diesel. Sebuah plug-in hybrid juga dikabarkan sedang dalam pengembangan untuk menjembatani kesenjangan antara Seri 3 konvensional dan i3 yang sepenuhnya listrik.
Dengan kombinasi tenaga besar, mesin enam silinder yang dipertahankan, dan mode penggerak roda belakang yang bisa diaktifkan, M350 xDrive tampil hampir memberontak di era elektrifikasi. Bagi mereka yang menginginkan performa serius tanpa harus melompat ke M3 penuh, model ini bisa menjadi titik keseimbangan yang manis.