BANDAR LAMPUNG — Proses pemadaman kebakaran gudang di Kecamatan Bumi Waras berlangsung dramatis. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung baru bisa menjinakkan si jago merah setelah berjibaku selama 2 jam 37 menit, sejak laporan masuk pukul 21.09 WIB hingga api dinyatakan padam pada pukul 23.46 WIB.
Sebanyak 18 unit kendaraan pemadam dan 90 personel dikerahkan untuk menaklukkan api yang membesar dengan cepat. Selama proses tersebut, petugas menghabiskan sekitar 50 tangki air untuk memastikan api tidak kembali menyala.
Danton A Damkarmat Kota Bandar Lampung, Budiyanto, menjelaskan bahwa upaya pemadaman terkendala oleh material yang tersimpan di dalam gudang. Dominasi barang-barang yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan.
"Di dalam gudang banyak barang yang mudah terbakar, seperti plastik dan minyak. Itu yang membuat api cepat membesar dan proses pemadaman cukup sulit," kata Budiyanto, Rabu (12/8/2026).
Strategi penyemprotan dari beberapa sisi sekaligus diterapkan untuk mencegah api merembet ke bagian bangunan lain. Petugas juga melakukan pendinginan setelah api padam untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali.
Penjaga gudang, Angga, menjadi saksi pertama munculnya api. Ia melihat kobaran api berasal dari bagian ujung dalam gudang sebelum dengan cepat menyambar barang-barang di sekitarnya.
"Saya melihat api dari bagian ujung dalam gudang. Dugaan sementara dari korsleting listrik, kemudian api cepat menyambar karena banyak barang yang mudah terbakar," ujar Angga.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api dan penyebab pasti kebakaran. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan guna mengungkap asal mula peristiwa ini.
Kebakaran ini menghanguskan berbagai peralatan elektronik yang tersimpan di dalam gudang. Berdasarkan data dari petugas di lokasi, setidaknya 200 unit kulkas freezer, 40 unit showcase, dan 15 unit pendingin udara (AC) ludes dilalap api.
Selain itu, empat komputer, satu laptop, empat CPU, 20 printer struk, 50 mesin edisi, serta dua kontainer pendingin juga ikut terbakar. Tiga kendaraan yang terparkir di area gudang tidak luput dari amukan api, yakni satu mobil Grand Max, satu sepeda motor Honda Revo, dan satu sepeda motor Yamaha Mio.
Total kerugian material akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp 600 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.