Kilang LNG Tangguh Mulai Pulih, Target Produksi Normal Oktober 2026 Usai Perawatan Train-1

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:08:31 WIB
Kilang LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat, mulai memulihkan kapasitas produksinya setelah perawatan Train-1 selesai.

LAMPUNG — JAKARTA — Kilang LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat, perlahan-lahan menaikkan kembali kapasitas produksinya. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM memastikan proses perawatan atau turn around (TA) pada fasilitas Train-1 telah selesai sejak bulan Juni 2026, lebih cepat dari perkiraan awal.

Meski produksi sempat turun akibat pekerjaan perawatan tersebut, pemerintah menjamin tidak ada gangguan berarti pada pasokan gas untuk konsumen dalam negeri. "Paling penting itu adalah bagaimana menjaga kargo-kargo itu terpenuhi semua. Untuk PLN, untuk Pupuk itu yang penting, jadi sudah tidak ada masalah," ujar Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, di sela-sela kegiatannya di Jakarta akhir pekan lalu.

Dampak Perawatan ke Produksi dan Biaya Operasi

Perawatan berkala Train-1 ini memang berdampak pada jumlah produksi tahun berjalan. bp Indonesia memproyeksikan output LNG dari Tangguh tahun ini akan berkurang sekitar 10,1 standar kargo dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini sudah diantisipasi sejak awal dan bukan disebabkan oleh gangguan teknis pada Train-3 yang beroperasi normal.

Head of Country bp Indonesia, Hardi Hanafiah, menjelaskan bahwa sebagian biaya perawatan ini sudah mulai dibebankan sejak 2025. Hal itu terlihat dari naiknya biaya produksi per ekuivalen barel menjadi US$3,93. "Ada sedikit peningkatan cost, tapi bukan karena reliability atau masalah di Train-3," tegas Hardi dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (1/7).

Pasokan Listrik dan Pupuk Jadi Prioritas

Fokus utama pemulihan produksi ini adalah menjaga kontinuitas pasokan untuk sektor-sektor vital. PLN dan Pupuk Indonesia menjadi dua pelanggan domestik yang paling diutamakan karena produk mereka bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat luas, yakni listrik dan pupuk untuk sektor pertanian.

Dengan selesainya perawatan lebih awal dan target normalisasi kapasitas pada Oktober 2026, bp optimistis dapat mengejar ketertinggalan produksi. Langkah ini juga diharapkan memperkuat posisi Tangguh sebagai salah satu pemasok LNG utama di kawasan Asia Pasifik dan penopang penerimaan negara dari sektor hulu migas.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top