Sekda Tubaba Iwan Mursalin Minta Target Retribusi 2027 Disusun Berbasis Data Riil, Bukan Asumsi

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:04:01 WIB
Sekda Tubaba Iwan Mursalin memimpin Rapat Pembahasan Retribusi Daerah Tahun Anggaran 2027 di ruang kerjanya, Rabu (05/08/2026).

TUBABA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat memastikan penyusunan target retribusi daerah tahun 2027 tidak akan lagi mengandalkan angka estimasi semata. Sekretaris Daerah (Sekda) Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T., menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk menjadikan data capaian kinerja sebagai dasar utama perhitungan pendapatan.

Instruksi itu disampaikan Iwan saat memimpin Rapat Pembahasan Retribusi Daerah Tahun Anggaran 2027 di ruang kerjanya, Rabu (05/08/2026). Rapat ini merupakan bagian dari siklus perencanaan keuangan daerah yang bertujuan memetakan potensi penerimaan sekaligus mengevaluasi realisasi retribusi yang berjalan selama ini.

Target Retribusi Harus Terukur dan Bisa Dipertanggungjawabkan

Iwan menekankan bahwa target pendapatan yang realistis menjadi fondasi perencanaan keuangan yang sehat. Menurutnya, angka yang disusun secara objektif akan memudahkan pemerintah daerah dalam mengukur kinerja fiskal dan menghindari kesenjangan antara proyeksi dan realisasi.

"Penyusunan target retribusi daerah harus didasarkan pada data yang akurat, potensi riil, serta capaian kinerja masing-masing perangkat daerah," ujar Iwan di hadapan para pengelola retribusi.

Ia menambahkan, target yang terukur akan menjadi landasan penting untuk mewujudkan perencanaan keuangan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Hal ini dinilai krusial mengingat retribusi merupakan salah satu komponen utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang membiayai pembangunan dan pelayanan publik.

Optimalisasi PAD dan Penerapan Pembayaran Non-Tunai

Dalam kesempatan itu, Iwan mendorong setiap perangkat daerah untuk menggali potensi penerimaan yang belum termanfaatkan secara maksimal. Optimalisasi ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas fiskal Tubaba dalam mendukung program pembangunan.

Untuk memperkuat tata kelola, Sekda juga meminta penerapan sistem pembayaran non-tunai atau online pada seluruh jenis retribusi. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kemudahan layanan kepada masyarakat sekaligus meminimalisir kebocoran pendapatan.

"Perencanaan yang realistis dan terukur akan menciptakan pengelolaan keuangan daerah yang lebih efektif, efisien, serta mampu menjaga stabilitas arus kas," tegasnya.

Jadwal Penerimaan Disinkronkan dengan Belanja Daerah

Lebih lanjut, Iwan menyoroti pentingnya sinkronisasi antara pendapatan dan belanja melalui penyusunan jadwal penerimaan pendapatan atau cash budgeting. Dengan pola ini, stabilitas arus kas pemerintah daerah dapat terjaga sepanjang tahun anggaran.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah memperkuat sinergi dan komitmen dalam mengoptimalkan penerimaan retribusi. Pengelolaan yang profesional dan akuntabel, kata dia, akan membuat kemampuan fiskal Kabupaten Tulang Bawang Barat semakin kuat dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: kinni.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top