KALIANDA — Langkah konkret menekan angka stunting di Kabupaten Lampung Selatan kembali digencarkan. Tim Penggerak (TP) PKK setempat tak hanya membagikan bantuan susu dan bahan pokok, tetapi juga mengedukasi para orang tua mengenai pentingnya pola asuh dan stimulasi tumbuh kembang anak. Kegiatan ini menyasar keluarga sebagai garda terdepan pencegahan stunting.
Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, menyebut bahwa perhatian emosional dan kebiasaan hidup sehat di rumah memiliki peran yang sama besarnya dengan asupan nutrisi. Menurutnya, anak-anak yang tumbuh dengan kasih sayang dan pengawasan gizi yang baik akan terhindar dari risiko gagal tumbuh.
“Melihat senyum mereka membuat hati saya tergerak. Saya titip anak-anak Lampung Selatan kepada kita semua. Tolong dijaga, dipastikan gizinya tercukupi, dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang. Mereka adalah harapan masa depan daerah ini, dan bagi saya, mereka sudah seperti anak saya sendiri,” ujar Zita di Kalianda, Selasa.
Dalam penyaluran bantuan kali ini, sebanyak 10 anak menerima paket berisi susu, bahan kebutuhan pokok, serta mainan edukatif. Zita menegaskan bahwa barang-barang tersebut dirancang untuk memenuhi dua kebutuhan sekaligus: asupan gizi harian dan stimulasi perkembangan otak anak.
“Penanganan stunting tidak cukup hanya melalui intervensi pemenuhan gizi, tetapi juga membutuhkan komitmen keluarga dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak,” tambahnya.
TP PKK Lamsel menilai selama ini fokus penanganan stunting kerap tertuju pada pemberian makanan tambahan. Padahal, praktik pengasuhan yang kurang responsif juga berkontribusi terhadap lambatnya perkembangan anak. Karena itu, pendampingan keluarga menjadi pendekatan yang terus didorong agar orang tua memahami pentingnya memantau kesehatan anak secara berkala.
Zita mengingatkan para orang tua untuk lebih teliti dalam memperhatikan asupan gizi harian, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola pengasuhan yang hangat dan konsisten. Semua elemen ini dinilai saling berkaitan dalam membentuk generasi yang sehat dan cerdas.
Di tengah kegiatan, salah seorang ibu penerima bantuan, Amina (37), mengaku terbantu dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah. Ia berharap program serupa dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak keluarga di Lampung Selatan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas bantuan dari Ibu Zita. Bantuan ini sangat berarti untuk anak kami. Semoga Ibu Zita selalu diberikan kesehatan, dimudahkan dalam setiap langkahnya, dan terus bisa membantu masyarakat,” tutur Amina.
TP PKK Kabupaten Lampung Selatan menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan langkah berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya percepatan penurunan stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.