METRO — Lonjakan harga pangan di Kota Metro dalam sepekan terakhir memicu penyesuaian belanja di kalangan ibu rumah tangga. Berdasarkan pantauan di Pasar Hamparan Jalan Agus Salim, Metro Pusat, Senin (3/8/2026), cabai hijau menjadi komoditas dengan kenaikan paling tajam, dari Rp25 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram.
Kenaikan tersebut menambah daftar komoditas yang harganya terkerek sejak Minggu (26/7/2026) lalu. Selain cabai hijau, cabai merah naik dari Rp30 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram, bawang putih naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu, dan telur ayam ras naik tipis dari Rp27 ribu menjadi Rp28 ribu per kilogram.
Para pedagang di Pasar Pusat Kota Metro mengaitkan lonjakan harga ini dengan berkurangnya pasokan dari daerah pemasok di Pulau Jawa. Kondisi itu membuat harga di tingkat pedagang ikut menyesuaikan dalam beberapa hari terakhir.
Amirudin (55), seorang pedagang sembako, mengatakan kenaikan paling terasa terjadi pada cabai hijau dan bawang putih. Ia menyebut banyak pembeli yang akhirnya mengurangi jumlah belanja karena anggaran yang tidak mencukupi.
"Cabai hijau naiknya paling tinggi. Minggu lalu masih Rp25 ribu, sekarang sudah Rp38 ribu per kilo. Bawang putih juga ikut naik. Banyak pembeli akhirnya mengurangi belanja karena uangnya tidak cukup," ujarnya kepada awak media, Senin (3/8/2026).
Dampak kenaikan harga ini langsung dirasakan konsumen, terutama mereka yang memiliki penghasilan tetap. Tina (42), warga Metro Timur, mengaku harus menghitung ulang setiap pengeluaran dapur agar tidak membengkak di tengah harga yang terus bergerak naik.
"Sekarang belanja harus benar-benar dihitung. Cabai naik tinggi, telur juga naik. Kalau begini terus, kami terpaksa mengurangi belanja supaya pengeluaran rumah tangga tidak membengkak," katanya.
Sementara itu, harga sejumlah kebutuhan pokok lain tercatat masih stabil. Beras premium bertahan di Rp15 ribu per kilogram, beras medium Rp12.500, gula pasir Rp18 ribu, dan minyak goreng kemasan Rp19 ribu. Daging sapi masih dipatok Rp105 ribu per kilogram, ayam kampung Rp45 ribu, dan telur ayam kampung Rp2.500 per butir.
Lonjakan harga ini terjadi di tengah klaim sinergi pengendalian inflasi yang telah dibangun Pemkot Metro. Sebelumnya, pada Kamis (30/7/2026), Pemkot Metro menandatangani Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemkab Solok, Sumatera Barat, untuk pemenuhan kebutuhan barang pokok strategis, khususnya bawang merah.
Kerja sama tersebut menggunakan skema Government to Government (G2G) yang diperkuat pola Business to Business (B2B), mempertemukan pelaku usaha dari Kota Metro dengan petani di Kabupaten Solok. Skema ini difasilitasi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung dengan mengedepankan prinsip keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Namun, realisasi di lapangan menunjukkan harga komoditas strategis masih rentan berfluktuasi. Pemerintah Kota Metro dituntut tidak hanya mencatat perubahan harga pekanan, tetapi juga memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan pasokan dari sentra produksi benar-benar masuk ke pasar tradisional.