Bukan Sekadar "Kopi Lampung", Pemkab Lampung Barat Dorong Branding Kopi Robusta Asli Daerah Lewat Logo Resmi

Penulis: Khairul Anwar  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 18:02:01 WIB
Sekda Nukman menyampaikan strategi penguatan identitas kopi robusta Lampung Barat melalui penggunaan logo resmi daerah pada setiap kemasan produk.

BANDARLAMPUNG — Selama ini, istilah "Kopi Lampung" melekat kuat di benak konsumen nasional. Namun, produksi terbesar kopi robusta di provinsi itu justru berasal dari Kabupaten Lampung Barat. Pemerintah setempat kini bergerak untuk mengoreksi persepsi tersebut melalui strategi branding yang lebih spesifik.

Logo Daerah Jadi Pembeda Utama

Sekda Nukman menyebut penguatan identitas bisa dimulai dari hal paling mendasar, yaitu penjenamaan. "Salah satu yang dapat dilakukan agar masyarakat luas mengetahui bahwa produksi terbesar 'Kopi Lampung' berada di Lampung Barat yakni dengan menguatkan penjenamaan atau branding menggunakan logo resmi daerah tersebut," ujarnya di Bandarlampung, Selasa.

Langkah ini dinilai krusial agar konsumen tidak lagi menyamaratakan seluruh produksi kopi dari Lampung. Dengan logo resmi, setiap kemasan kopi asal Lampung Barat memiliki tanda pengenal yang sah dan mudah dikenali.

Promosi Berkelanjutan dan Ekosistem Kopi 2026–2030

Selain branding, Pemkab Lampung Barat juga menyiapkan peta jalan jangka panjang. Nukman menegaskan bahwa kopi adalah identitas daerah yang harus terus digaungkan secara berkelanjutan melalui promosi di berbagai kanal.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam Ekspose Program Strategi Pengembangan Ekosistem Kopi Robusta Tahun 2026–2030. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan petani, pemerintah daerah, PT Pesagi Mandiri (Perseroda), dan pelaku industri ke dalam satu rantai pasok yang berkelanjutan.

"Melalui kolaborasi yang kuat, Lampung Barat mampu memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan kopi robusta Indonesia sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," kata Nukman.

Kopi sebagai Motor Perekonomian Daerah

Sektor perkebunan kopi selama ini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi di Lampung Barat. Dengan adanya program ekosistem kopi yang terstruktur, pemerintah berharap nilai tambah bagi petani bisa meningkat secara signifikan.

Ke depan, konsumen tidak hanya akan mengenal "Kopi Lampung" secara umum, tetapi bisa membedakan mana produk yang benar-benar berasal dari perkebunan robusta Lampung Barat. Logo resmi dan promosi gencar menjadi kunci agar identitas daerah tidak lagi tenggelam dalam label provinsi yang terlalu luas.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top