BANDAR LAMPUNG — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung tidak hanya menjadikan pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kegiatan seremonial belaka. Kajati Lampung Danang Suryo Wibowo memerintahkan seluruh Kajari di 15 kabupaten/kota untuk rutin melakukan sidak ke setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola dapur dan distribusi makanan.
Instruksi itu disampaikan Danang saat meninjau langsung pelaksanaan MBG di Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (16/7/2026). Ia menegaskan bahwa pengawasan harus dilakukan secara random dan on the spot, bukan sekadar kegiatan insidentil.
"Sudah dilakukan di Bandar Lampung, Tanggamus, sekarang Lampung Selatan. Seluruh Kajari juga saya perintahkan turun ke lapangan," kata Danang.
Menurutnya, hasil pemantauan dari setiap sidak akan dikumpulkan sebagai bahan evaluasi untuk menyamakan standar kualitas layanan di seluruh SPPG. Kejati Lampung juga akan menggandeng Pemerintah Provinsi Lampung dalam proses evaluasi tersebut.
Dari serangkaian pemantauan di beberapa daerah, Kejati Lampung menemukan sejumlah catatan yang belum diungkap secara rinci. Danang hanya menyebut bahwa temuan itu akan disampaikan sebagai bahan perbaikan agar kualitas layanan terus meningkat.
"Setelah kita bandingkan pelaksanaan di beberapa daerah, hasilnya akan kita sampaikan sebagai bahan perbaikan sehingga kualitas layanan terus meningkat," ujarnya.
Ia mengaku telah menyampaikan rencana evaluasi bersama tersebut kepada Gubernur Lampung dan para kepala daerah. Tujuannya, agar daerah yang masih memiliki kekurangan bisa segera berbenah dan mengejar ketertinggalan dari wilayah lain yang sudah lebih baik.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyebut pelaksanaan MBG di wilayahnya secara umum sudah sesuai ketentuan. Namun, ia mengakui masih ada beberapa aspek minor yang perlu diperbaiki oleh pengelola yayasan yang menjalankan SPPG.
"Secara keseluruhan sudah sesuai aturan, hanya ada beberapa hal minor yang perlu ditingkatkan oleh pihak yayasan," kata Egi.
Pemkab Lampung Selatan memastikan hasil evaluasi bersama Kajati akan segera ditindaklanjuti. Selain melakukan pemantauan berkala, daerah ini juga mendorong adanya inovasi dan variasi menu dengan menjadikan daerah lain sebagai acuan agar kualitas layanan bagi penerima manfaat terus meningkat.