Video Perundungan Siswi SD di Lampung Timur Viral, Korban Ditampar dan Dijambak 4 Pelajar

Penulis: Syaiful Bahri  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28:31 WIB
Video perundungan terhadap siswi SD di Lampung Timur memperlihatkan korban ditampar dan dijambak oleh empat pelajar.

LAMPUNG TIMUR — Polres Lampung Timur melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) tengah menyelidiki kasus perundungan yang menimpa seorang siswi SD di Kecamatan Labuhan Maringgai. Peristiwa itu terungkap setelah video berdurasi empat menit yang memperlihatkan aksi kekerasan terhadap korban beredar di masyarakat.

Dalam video tersebut, korban yang mengenakan seragam batik biru dan rok merah tampak dikelilingi oleh empat pelajar lain dengan seragam yang sama. Korban didorong, dijambak, dan mendapat tamparan dari para pelaku. Selain kekerasan fisik, korban juga diteriaki dengan kata-kata kasar.

Polisi Masih Identifikasi Pelaku dan Korban

Kasatreskrim Polres Lampung Timur, Iptu Muhammad Iksir, membenarkan adanya dugaan perundungan tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran sejak video itu diterima.

“Benar, kami telah melakukan penelusuran. Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur,” kata Iksir saat dikonfirmasi pada Jumat (17/7/2026).

Iksir menjelaskan, Unit PPA Polres Lampung Timur masih mengidentifikasi para siswi yang diduga terlibat. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mendalami kronologi kejadian. “Kami juga berkoordinasi dengan pihak sekolah,” ujarnya.

Korban Tak Berdaya Dihadapi 4 Pelaku

Dari rekaman yang diterima, korban terlihat tidak mampu melawan saat dikeroyok oleh keempat pelaku. Lingkaran pelaku membuat korban tidak memiliki ruang untuk melarikan diri. Aksi perundungan berlangsung hingga beberapa menit sebelum akhirnya beredar luas.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kasus perundungan di lingkungan sekolah di Lampung. Sebelumnya, sejumlah kasus serupa juga pernah terjadi di beberapa kabupaten lain di provinsi tersebut.

Apa Langkah Polisi Selanjutnya?

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami motif dan latar belakang perundungan. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk guru dan warga sekitar, terus dilakukan. Unit PPA Polres Lampung Timur berjanji akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan.

“Kami akan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan dan memberikan perlindungan maksimal kepada korban,” pungkas Iksir.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: lampung.rilis.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top