BANDAR LAMPUNG — Olahraga padel di Lampung tengah menanjak. KONI Lampung memastikan cabang olahraga ini menjadi salah satu andalan untuk mendulang emas pada PON 2028. Keyakinan itu muncul seiring bertambahnya fasilitas latihan dan antusiasme masyarakat.
Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, menekankan bahwa pertumbuhan fasilitas harus diimbangi dengan pembinaan yang terprogram. Saat ini, sudah tersedia sekitar 15 hingga 18 lapangan padel yang tersebar di Bandar Lampung, Metro, dan Lampung Selatan, dengan jumlah yang terus bertambah.
“Potensi Lampung ini sangat besar, jadi dengan adanya pembinaan yang konsisten ini, kami optimistis atlet padel Lampung mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Taufik Hidayat di sela-sela pelantikan pengurus PBPI Lampung, Rabu (15/7/2026).
Taufik bahkan melihat peluang lebih jauh. Ia optimistis atlet asal Lampung tidak hanya bisa bersaing di level nasional, tetapi juga menembus tim nasional dan berlaga di Olimpiade Brisbane 2032. Syaratnya, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini.
“Padel sudah resmi masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON 2028. Ini momentum yang harus kita manfaatkan,” imbuhnya.
Ketua Umum PBPI Lampung, Tommy Rianta Putra, menyebut perkembangan padel di Lampung menunjukkan tren sangat positif. Ia mencatat, jumlah lapangan yang terus bertambah menjadi indikator minat masyarakat yang tinggi terhadap olahraga ini.
“Perkembangan ini, tentu harus dibarengi pembinaan atlet yang berkelanjutan. Kami berharap ada dukungan pemerintah dan KONI, agar target meraih medali emas pada PON 2028 bisa diwujudkan,” sebut Tommy.
Ia berharap kepengurusan baru PBPI Lampung mampu memperkuat organisasi, memperluas pembinaan atlet sejak usia dini, serta melahirkan prestasi yang membanggakan Lampung di tingkat nasional hingga internasional.