KRUI — PLTM Melesom II di Desa Bambang, Kecamatan Lemong, Pesisir Barat, resmi beroperasi secara komersial pada Juli 2026. Pembangkit berkapasitas 2×1,15 megawatt (MW) atau total 2,3 MW ini memanfaatkan aliran Sungai Way Melesom sebagai sumber energi terbarukan.
Manajer PLN UP3 Pringsewu, Eka Nurwati, menyatakan keberhasilan COD PLTM Melesom II merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam mendukung percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT). "Tambahan kapasitas 2,3 MW ini akan memperkuat sistem kelistrikan, meningkatkan keandalan pasokan listrik, sekaligus menjadi kontribusi nyata PLN dalam mendukung transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE) 2060," kata Eka dalam keterangan resmi.
Keberhasilan pengoperasian PLTM Melesom II tidak terlepas dari sinergi antara PLN UP3 Pringsewu, PLN UID Lampung, pengembang, dan Lembaga Inspeksi Teknik (LIT). PLN melakukan koordinasi teknis, pengamanan sistem kelistrikan, pengujian operasi, hingga memastikan seluruh persyaratan operasi terpenuhi sebelum pembangkit beroperasi secara andal dan aman.
Beroperasinya PLTM Melesom II diharapkan mampu menjaga stabilitas sistem kelistrikan di Pesisir Barat dan sekitarnya. Pasokan energi bersih ini akan mendukung pelayanan listrik yang lebih andal bagi rumah tangga, sektor usaha, fasilitas publik, hingga kawasan pariwisata yang terus berkembang di wilayah tersebut.
Penambahan kapasitas pembangkit berbasis EBT ini juga menjadi bagian dari kinerja PLN dalam meningkatkan kapasitas pembangkit sesuai arah pengembangan sistem kelistrikan nasional. Target bauran energi nasional dan ketahanan energi daerah diharapkan semakin kuat melalui penyediaan listrik yang andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan, PLN terus mendorong percepatan pengembangan pembangkit EBT di Lampung. Hal ini sebagai bagian dari upaya menyediakan pasokan listrik yang semakin andal dan mendukung pembangunan nasional.