Disdikbud Lampung Buka Pendaftaran SMA Terbuka Mulai 20 Juli, Target Tekan Angka Putus Sekolah Usia 15-21 Tahun

Penulis: Ferdian Syah  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 19:40:31 WIB
Pendaftaran SMA Terbuka di Lampung resmi dibuka mulai 20 Juli untuk warga usia 15-21 tahun yang ingin menyelesaikan pendidikan menengah atas tanpa biaya.

BANDAR LAMPUNG — Anak-anak di Lampung yang terpaksa berhenti sekolah karena ekonomi atau alasan lain kini punya jalur kembali ke bangku pendidikan formal. Pemerintah provinsi meluncurkan program SMA Terbuka yang memberikan kesempatan kedua bagi warga usia 15 hingga 21 tahun untuk menyelesaikan pendidikan menengah atas.

Pendaftaran dibuka mulai 20 Juli hingga 13 Agustus 2026. Seluruh proses belajar tidak dipungut biaya alias gratis.

Belajar Fleksibel, Ijazahnya Sama dengan SMA Reguler

Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico menjelaskan, sistem pembelajaran SMA Terbuka dirancang lebih fleksibel dibanding sekolah reguler. Peserta bisa belajar secara mandiri, daring melalui platform Learning Management System (LMS) Lampung Belajar, dan tatap muka terbatas.

"Ijazahnya adalah ijazah SMA Negeri dari sekolah induk. Jadi sama seperti siswa reguler, hanya proses belajarnya lebih fleksibel menyesuaikan kondisi masing-masing siswa," kata Thomas, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tatap muka tidak harus di dalam kelas. Guru pamong bisa mengajar di balai desa atau rumah warga yang disepakati bersama. Ini memudahkan peserta yang tinggal jauh dari sekolah atau memiliki keterbatasan transportasi.

Apa Bedanya dengan Paket C dan PJJ?

Thomas menegaskan program ini berbeda dengan pendidikan kesetaraan Paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menerbitkan ijazah Paket C. Lulusan SMA Terbuka mendapatkan ijazah SMA Negeri dari sekolah induk penyelenggara.

Program ini juga tidak sama dengan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). PJJ hanya bisa diikuti usia 16-18 tahun dan saat ini baru berjalan di empat sekolah. "Sementara SMA Terbuka dapat langsung diikuti oleh peserta tanpa harus menunggu satu tahun setelah berhenti sekolah," ujarnya.

15 SMA Negeri Ditunjuk sebagai Sekolah Induk

Pada tahap awal, Disdikbud menunjuk 15 SMA Negeri sebagai sekolah induk penyelenggara. Mereka tersebar di berbagai kabupaten/kota untuk memudahkan akses masyarakat. Berikut daftarnya:

  • SMA Negeri 6 Bandar Lampung
  • SMA Negeri 1 Jati Agung
  • SMA Negeri 1 Kalianda
  • SMA Negeri 1 Terusan Nunyai
  • SMA Negeri 1 Kalirejo
  • SMA Negeri 1 Batanghari
  • SMA Negeri 1 Way Jepara
  • SMA Negeri 1 Padang Cermin
  • SMA Negeri 2 Pringsewu
  • SMA Negeri 1 Banjar Agung
  • SMA Negeri 1 Kota Agung
  • SMA Negeri 1 Kotabumi
  • SMA Negeri 1 Baradatu
  • SMA Negeri 1 Liwa
  • SMA Negeri 1 Tulang Bawang Tengah

Menurut Thomas, sekolah-sekolah itu dipilih karena kesiapan tenaga pendidik dan sebaran geografis yang merata.

Target: Turunkan Angka Putus Sekolah dalam Lima Tahun

Pemerintah tidak membatasi jumlah peserta. "Target kita sebanyak-banyaknya. Tujuan utama program ini adalah menurunkan angka putus sekolah. Harapan kita dalam lima tahun ke depan angka putus sekolah di Lampung dapat ditekan secara bertahap," kata Thomas.

Ia juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota membuka SMP Terbuka agar penanganan anak putus sekolah bisa dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat menengah pertama hingga atas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), angka partisipasi sekolah di Lampung masih menunjukkan adanya anak usia sekolah yang belum melanjutkan pendidikan, terutama pada kelompok usia 16-18 tahun.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: kupastuntas.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top