Lampung tidak cuma soal Pantai Tanjung Setia atau Gunung Krakatau. Di balik rimbunnya hutan dan perbukitan, provinsi ini menyimpan puluhan air terjun dengan suasana yang benar-benar berbeda dari hiruk-pikuk kota. Beberapa di antaranya sudah populer dan mudah diakses, sebagian lain masih relatif sepi dan butuh sedikit usaha ekstra untuk mencapainya.
Buat warga Bandar Lampung yang cari pelarian akhir pekan, atau perantau yang lagi dinas di Lampung dan butuh tempat healing, tujuh air terjun ini bisa jadi opsi. Tidak semua butuh trekking berat. Beberapa bahkan bisa dicapai dalam 30 menit dari pusat kota.
Letaknya di Desa Gunung Sugih, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus. Dari pusat Bandar Lampung, perjalanan lewat jalur lintas barat Sumatera hanya sekitar 45 menit sampai satu jam. Air terjun ini punya ketinggian sekitar 30 meter dengan kolam alami di bawahnya yang cukup luas untuk berenang.
Keunggulan utama Way Lalaan adalah aksesnya. Parkir kendaraan di area bawah, lalu jalan kaki sekitar 5-10 menit menuruni tangga semen. Cocok buat yang bawa anak kecil atau orang tua. Akhir pekan biasanya ramai, jadi datang pagi hari sebelum jam 9 bisa dapat spot teduh.
Berada di Desa Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus. Namanya diambil dari jumlah undakan atau tingkatan air yang jatuh. Total ada tujuh level, masing-masing dengan kolam alami yang kedalamannya bervariasi. Tingkat paling bawah yang paling sering dikunjungi karena aksesnya paling mudah.
Dari pintu masuk, jalan kaki sekitar 15-20 menit melewati kebun kopi dan singkong milik warga. Jalurnya sudah diperbaiki dengan anak tangga dari cor beton, tapi tetap agak licin kalau habis hujan. Tiket masuknya bersifat sukarela, tidak ada tarif pasti.
Berlokasi di Pekon Wiyono, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus. Air terjun ini masih satu kawasan dengan perkebunan teh dan kopi yang luas. Yang membedakan dari yang lain, debit airnya tidak terlalu deras, tapi suasananya sangat tenang karena jarang dikunjungi wisatawan.
Trekking dari area parkir sekitar 20 menit dengan jalur menurun. Tidak ada warung di lokasi, jadi bawa bekal sendiri. Cocok untuk yang benar-benar ingin menghindari keramaian. Pemandangan kebun teh di sepanjang jalan menuju air terjun sudah jadi nilai tambah tersendiri.
Ada di Desa Batubelah, Kecamatan Sumberejo, Tanggamus. Air terjun ini unik karena aliran airnya jatuh di antara dua tebing batu yang berdiri saling berhadapan, membentuk celah sempit. Kolam di bawahnya berwarna hijau gelap, menandakan air cukup dalam.
Aksesnya sedikit lebih menantang. Dari jalan utama, harus menyusuri jalan setapak sekitar 30-40 menit. Sebagian jalur masih tanah dan bebatuan. Sebaiknya pakai sepatu yang solnya tidak licin. Tidak ada penerangan, jadi pastikan turun sebelum sore.
Berada di Desa Ngarip, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus. Air terjun ini sebenarnya adalah rangkaian beberapa undakan dengan batu-batu besar berwarna gelap di sekelilingnya. Karakteristiknya mirip Curup Tujuh, tapi dengan ukuran lebih kecil dan lebih sepi.
Perjalanan dari Bandar Lampung memakan waktu sekitar 2 jam karena jalannya berkelok dan menanjak. Setelah parkir, jalan kaki sekitar 10 menit. Lokasi ini juga jadi titik awal untuk trekking ke air terjun lain yang lebih dalam di kawasan Ulubelu, tapi butuh pemandu lokal.
Terletak di Desa Sukaraja, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Lampung Barat. Air terjun ini sering disebut paling Instagramable di Lampung karena tebingnya yang tinggi dan air yang jatuh langsung ke kolam besar. Nama "Pelangi" muncul karena bias cahaya matahari sering membentuk pelangi di sekitar air terjun pada sore hari.
Akses dari pusat Sumberjaya sekitar 30 menit. Jalan masuk sudah diaspal, tapi agak sempit. Parkir di area yang disediakan warga, lalu jalan kaki 15 menit menuruni tangga. Akhir pekan cukup ramai, terutama saat musim kemarau ketika air lebih jernih.
Desa Sumberejo, Kecamatan Sumberejo, Tanggamus. Air terjun ini tidak terlalu tinggi, sekitar 15 meter, tapi kolamnya dangkal dan aman untuk bermain air. Banyak anak muda dari Bandar Lampung yang datang untuk piknik sambil merendam kaki di air dingin.
Yang membuat tempat ini spesial, di sekitar lokasi ada beberapa spot duduk dari bambu yang dibuat warga setempat. Tidak ada kios resmi, tapi kadang ada pedagang musiman yang jual minuman dingin dan gorengan. Tiket masuknya murah, tidak sampai sepuluh ribu rupiah.
Kapan waktu terbaik berkunjung ke air terjun di Lampung?
Musim kemarau antara Juni sampai September. Air lebih jernih dan jalur trekking tidak licin. Hindari musim hujan Desember-Februari karena debit air bisa naik drastis dan jalur becek.
Apakah semua air terjun di Lampung bisa dicapai dengan kendaraan pribadi?
Sebagian besar bisa, tapi untuk beberapa lokasi seperti Batubelah dan Wiyono, mobil kecil lebih disarankan karena jalan sempit. Motor lebih fleksibel untuk akses jalan kampung.
Apakah ada biaya masuk untuk air terjun di Lampung?
Harga bervariasi dan bisa berubah. Sebagian dikelola warga setempat dengan tarif sukarela atau biaya parkir. Cek langsung ke lokasi atau tanya grup wisata lokal sebelum berangkat.
Apakah aman berenang di kolam air terjun?
Tergantung lokasi. Di Way Lalaan dan Sumberejo, kolamnya dangkal dan aman. Tapi di Batubelah dan Curup Gangsa, kedalaman tidak merata. Selalu tanya warga lokal soal kondisi terkini sebelum masuk ke air.
Apakah ada penginapan di dekat air terjun?
Untuk air terjun di Tanggamus dan Lampung Barat, banyak homestay dan penginapan murah di kecamatan terdekat. Booking online tersedia untuk beberapa pilihan, tapi lebih baik cek langsung atau kontak pemilik untuk harga terbaru.
Lampung tidak kehabisan tempat buat yang butuh jeda dari rutinitas. Tujuh air terjun di atas hanya sebagian kecil dari puluhan yang tersebar dari Tanggamus sampai Lampung Barat. Yang penting sebelum berangkat, cek kondisi cuaca, bawa perlengkapan yang sesuai, dan jangan lupa tanya warga setempat soal jalur terbaru. Sebab di Lampung, petualangan sering dimulai dari obrolan dengan orang lokal di pinggir jalan.
air terjun?
pa yang paling dekat dari Bandar Lampung? A: Air Terjun Way Lalaan di Tanggamus, yang hanya berjarak sekitar 45 menit hingga satu jam perjalanan dari pusat Bandar Lampung.