BEKASI — Di sebuah rumah kontrakan sederhana di kawasan Karang Bahagia, Cikarang, Kabupaten Bekasi, harapan besar tengah bersemi. Dua putri pasangan Tambat Satria dan Apriyanti berhasil menembus gerbang Universitas Indonesia. Shafira Dwi Satria diterima di Fakultas Kedokteran, sementara saudara kembarnya, Shabila Eka Satria, akan menjadi mahasiswi Fakultas Hukum UI.
Kabar prestasi itu sampai ke telinga Anggota DPR RI Mukhlis Basri. Politikus PDI Perjuangan yang dua periode menjabat Bupati Lampung Barat itu mendatangi langsung keluarga tersebut di perantauan, Selasa (14/1/2026). Ia datang bersama Bang Oking, tokoh masyarakat Krui yang menetap di Cikarang, serta Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat, Kang Kusnadi.
Mukhlis mengaku terharu saat mendengar kisah perjuangan keluarga ini. Demi menyekolahkan anak-anaknya, Tambat Satria setiap hari berkeliling dari kampung ke kampung menjajakan pakaian secara tunai maupun kredit. Sementara sang ibu, Apriyanti, setia mendampingi kedua putrinya belajar dan menjaga nyala harapan tetap hidup di tengah keterbatasan.
“Perjuangan keluarga ini luar biasa. Saya datang untuk memberikan semangat agar Shafira dan Shabila tetap fokus belajar, menjaga prestasi, dan kelak kembali mengabdi untuk masyarakat serta membanggakan Lampung,” ujar Mukhlis dalam keterangannya.
Menurut Mukhlis, kisah Shafira dan Shabila membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan tembok yang menghalangi anak-anak daerah untuk bersaing. Ia berharap prestasi kedua putri Pesisir Barat ini menjadi inspirasi bagi pelajar lain di Lampung.
“Anak-anak Lampung memiliki kemampuan yang sama dengan daerah lain. Yang dibutuhkan adalah semangat, kerja keras, disiplin, dan dukungan keluarga. Saya berharap semakin banyak generasi muda dari Pesisir Barat maupun Lampung yang mampu menembus perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” kata Mukhlis.
Usai berbincang, Mukhlis Basri mengajak keluarga tersebut makan malam di sebuah rumah makan tak jauh dari tempat tinggal mereka. Suasana hangat itu menjadi bekal kecil menjelang langkah besar yang akan segera dimulai oleh Shafira dan Shabila sebagai mahasiswa baru Universitas Indonesia.
Mukhlis memberikan penghormatan khusus kepada Tambat Satria dan Apriyanti yang menjadikan pendidikan sebagai prioritas, meski hidup berjalan dalam keterbatasan. “Sebab sesungguhnya, pendidikan sering kali tidak dibangun oleh kemewahan, melainkan oleh pengorbanan yang diam-diam,” pungkasnya.