OJK Lampung Sudah Edukasi 8.315 Warga soal Keuangan di Semester I 2026, dari Pelajar hingga Petani

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 22:32:31 WIB
Petugas OJK Lampung memberikan edukasi keuangan kepada warga di Bandarlampung, Selasa (15/7/2026).

BANDARLAMPUNG — Angka itu setara dengan 35 kegiatan literasi yang tersebar di Kota Bandarlampung, Lampung Utara, Pesawaran, Lampung Timur, Pringsewu, Lampung Barat, dan Waykanan. Sasaran prioritas, kata Otto, adalah kelompok yang selama ini dianggap rentan terhadap produk keuangan ilegal atau belum memahami akses perbankan formal.

Pelajar hingga Petani Jadi Sasaran Utama

"Sasaran prioritas dari kegiatan ini adalah dari kalangan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, petani, komunitas, karyawan, perempuan atau anggota PKK," ujar Otto Fitriandy dalam keterangannya di Bandarlampung, Selasa.

Untuk menjangkau kelompok tersebut, OJK menggandeng universitas, sekolah, organisasi perangkat daerah, pesantren, gereja, hingga BKKBN. Strategi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang lebih banyak menyasar komunitas perkotaan.

Edukasi Tak Sekadar Tabungan, Ada Pasar Modal dan Bursa Karbon

Materi yang diberikan tidak hanya soal menabung atau menghindari pinjaman online ilegal. Dalam kegiatan tersebut, OJK juga menyosialisasikan obligasi daerah dan sukuk daerah, edukasi bursa karbon, hingga rancangan PJOK 2 dan PJOK 3.

Program "OJK Mengajar Pasar Modal" menjadi salah satu andalan untuk memperkenalkan instrumen investasi sejak dini kepada pelajar dan mahasiswa. Langkah ini dinilai penting mengingat literasi pasar modal di daerah masih rendah.

Layanan Konsumen dan SLIK: 4.660 Aduan Diproses

Sepanjang periode yang sama, OJK Lampung melayani 4.660 layanan konsumen lintas sektor industri keuangan. Selain itu, sebanyak 11.620 layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) diproses—terdiri dari 7.422 layanan tatap muka dan 4.198 layanan online.

SLIK sendiri merupakan sistem yang memungkinkan masyarakat mengecek riwayat kredit atau pembiayaan mereka. Layanan ini krusial bagi pelaku UMKM yang hendak mengajukan pinjaman ke bank.

Mengapa Edukasi Keuangan Mendesak di Lampung?

Provinsi Lampung mencatat tingkat literasi keuangan yang masih di bawah rata-rata nasional dalam beberapa survei sebelumnya. Maraknya investasi bodong dan pinjaman online ilegal di wilayah Sumatera bagian selatan turut mendorong OJK untuk mempercepat jangkauan edukasi.

"Kami ingin masyarakat tidak hanya paham produk keuangan, tapi juga terlindungi dari praktik ilegal," tambah Otto.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top