BANDAR LAMPUNG — Dua siswa baru itu tetap mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) seperti sekolah pada umumnya. Para guru menyambut mereka dengan pendampingan khusus agar proses adaptasi berjalan lancar.
“Anak-anak tidak perlu takut atau risau. Guru dan kakak kelas akan membimbing agar mereka bisa belajar dengan ceria dan penuh kebahagiaan,” kata Rita, perwakilan sekolah, di Bandar Lampung, Senin (13/7/2026).
Berdasarkan data sekolah, SDN 1 Gedung Meneng saat ini memiliki total 40 peserta didik. Jumlah tenaga pendidik mencapai delapan orang, terdiri dari lima guru PNS, satu guru PPPK, dan dua guru paruh waktu.
Rasio guru dan murid yang sangat kecil ini justru menjadi perhatian. Alih-alih kekurangan tenaga pengajar, sekolah justru menghadapi persoalan minimnya jumlah siswa.
Andi, salah seorang wali murid, mengaku tetap mempercayakan pendidikan putrinya di SDN 1 Gedung Meneng. Menurutnya, sedikitnya jumlah siswa tidak mengurangi kualitas pembelajaran.
“Saya berharap SDN 1 Gedung Meneng semakin maju dan tahun depan jumlah siswanya bertambah,” ujar Andi.
Hal senada disampaikan Vita. Ia memilih sekolah tersebut karena lokasinya dekat dengan rumah. Vita menilai kualitas pendidikan di sekolah negeri tidak berbeda dengan sekolah lainnya.
Fenomena ini menjadi ironi tersendiri. SDN 1 Gedung Meneng berada di tengah Kota Bandar Lampung, tepatnya di Kecamatan Rajabasa, yang notabene kawasan dengan kepadatan penduduk relatif tinggi. Namun, hanya dua siswa baru yang mendaftar.
Kondisi ini mencerminkan tantangan yang dihadapi sebagian sekolah negeri di perkotaan. Meski biaya lebih terjangkau dan lokasi strategis, daya tarik sekolah negeri tampak kalah bersaing dengan sekolah swasta atau lembaga pendidikan lain di sekitarnya.
Belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung terkait langkah lanjutan untuk menyikapi minimnya jumlah peserta didik di SDN 1 Gedung Meneng. Yang jelas, dua siswa baru itu tetap mendapat hak belajar yang sama seperti di sekolah lain.