LAMPUNG SELATAN — Peristiwa tragis terjadi di sebuah rumah di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, pada Minggu (12/7/2026) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Sebuah kebakaran menghanguskan rumah yang dihuni oleh pasangan lansia, dan petugas pemadam kebakaran menemukan kedua korban sudah tidak bernyawa dalam pelukan satu sama lain.
Kepala Bidang Penyelamatan Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas memasuki area yang terbakar dan menemukan kedua penghuni rumah.
"Dalam peristiwa kebakaran ini penghuni rumah yang merupakan pasangan suami istri yakni Pak Wajran (80) dan Ibu Apong (74) meninggal dunia terbakar," ujar Rully, Senin (13/7/2026).
Lebih lanjut, Rully menjelaskan bahwa jenazah kedua korban berada di ruang kamar rumah yang terbakar. "Kami temukan kedua korban pasutri lansia ini berpelukan di salah satu ruangan, kemungkinan di kamar," ungkapnya.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan sementara dari petugas di lapangan mengarah pada obat nyamuk yang terbakar. "Untuk penyebab kebakaran dugaan sementara karena obat nyamuk yang terbakar," kata Rully.
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai jenis obat nyamuk yang digunakan atau bagaimana api mulai menyambar. Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko kebakaran akibat kelalaian penggunaan peralatan rumah tangga, terutama di rumah yang dihuni oleh lansia.
Setelah proses evakuasi selesai, kedua jenazah langsung dibawa oleh petugas ke kediaman anak korban. "Sudah diserahkan ke pihak keluarga, kami bawa ke kediaman anaknya untuk proses pemakaman," ungkap Rully.
Keluarga yang ditinggalkan kini tengah bersiap untuk memakamkan kedua orang tua mereka. Warga sekitar turut berduka dan membantu proses pemakaman yang rencananya akan dilaksanakan pada hari yang sama.
Peristiwa ini menambah catatan duka bagi Kabupaten Lampung Selatan. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat malam hari ketika penggunaan obat nyamuk atau lilin meningkat.