BANDAR LAMPUNG — Rupiah dibuka melemah 26 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp18.091 per dolar AS pada awal pekan ini. Level ini merupakan yang terlemah dalam beberapa bulan terakhir, dipicu oleh aksi saling serang antara militer AS dan Iran yang memicu ketegangan geopolitik global.
Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan sangat fluktuatif dengan rentang antara Rp17.870 hingga Rp18.300 per dolar AS. Rentang yang lebar ini mencerminkan ketidakpastian pasar yang ekstrem akibat konflik di Timur Tengah.
Tekanan terbesar datang dari pengumuman Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menutup total jalur pelayaran strategis Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan. Langkah ini merupakan respons atas serangan udara AS ke sejumlah target di Iran.
Penutupan Selat Hormuz langsung memukul rantai pasok minyak mentah global. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diproyeksikan bergejolak tinggi dengan support di level USD62,30 per barel dan resistance hingga USD82,20 per barel.
Bagi warga Lampung, pelemahan rupiah dan lonjakan harga minyak dunia berarti tekanan baru di tengah pemulihan ekonomi. Kenaikan harga minyak mentah akan mendorong pemerintah menyesuaikan harga BBM non-subsidi dalam waktu dekat.
Selain itu, harga sejumlah bahan pokok yang bergantung pada impor—seperti gandum untuk mi instan dan tepung terigu, kedelai untuk tahu tempe, serta minyak goreng curah—berpotensi naik dalam 1-2 pekan ke depan. Pelaku UMKM di Bandar Lampung dan sekitarnya juga harus bersiap menghadapi kenaikan biaya produksi.
Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan kembali melakukan intervensi ganda di pasar spot dan DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) untuk menahan laju pelemahan rupiah. Namun, efektivitas intervensi sangat bergantung pada meredanya ketegangan geopolitik global.
Pemerintah daerah di Lampung diharapkan segera mengaktifkan operasi pasar dan memperkuat data stok pangan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga. Masyarakat pun disarankan untuk tidak panic buying dan berbelanja sesuai kebutuhan.