LAMPUNG — OpenAI kembali mengalami perombakan internal. Pekan lalu, Wired melaporkan bahwa Johannes Heidecke, yang menjabat sebagai kepala sistem keamanan (head of safety systems), mengumumkan kepergiannya melalui memo internal yang dilihat oleh media tersebut. Heidecke bergabung dengan OpenAI pada 2021, menurut profil LinkedIn-nya.
Kepergian Heidecke bukan satu-satunya perubahan. OpenAI juga merombak struktur tim keamanan dan riset mereka. Saachi Jain, yang sebelumnya pernah memimpin tim keamanan OpenAI, akan menggantikan Heidecke sebagai kepala sistem keamanan sementara.
Dalam struktur baru, seluruh tim keamanan akan melapor langsung ke Mia Glaese. Glaese kini menjabat sebagai wakil presiden baru bidang riset dan keamanan (vice president of research and safety).
Mark Chen, kepala riset OpenAI, memberikan pernyataan kepada Wired mengenai perubahan ini. Menurut Chen, integrasi tim keamanan dengan pengembangan model frontier menjadi prioritas. "Penting bahwa pekerjaan keamanan kami terintegrasi dengan pengembangan model frontier, dengan peran yang lebih awal dan lebih langsung dalam membentuk keputusan kunci terkait model, produk, dan peluncuran," ujar Chen.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa OpenAI ingin pendekatan keamanan produknya tidak lagi berjalan terpisah, melainkan melekat sejak awal proses pengembangan.
Restrukturisasi ini terjadi tak lama setelah OpenAI merilis model terbarunya, GPT-5.6, yang baru saja mendapatkan persetujuan dari pemerintah Amerika Serikat. Meski ada perubahan di tim keamanan, OpenAI masih memiliki Kepala Kesiapsiagaan (Head of Preparedness) yang direkrut awal tahun ini.
Dalam unggahan di X, CEO OpenAI Sam Altman menyebut posisi tersebut bertugas untuk "mempersiapkan dan mengurangi risiko-risiko parah." Ini menunjukkan bahwa meskipun struktur tim berubah, fokus pada mitigasi risiko tetap dipertahankan di level eksekutif.
Bagi pengguna teknologi konsumen, restrukturisasi ini bisa berarti dua hal. Pertama, OpenAI tampaknya ingin mempercepat proses pengembangan dengan menggabungkan tim keamanan dan riset. Kedua, langkah ini juga bisa menjadi sinyal bahwa perusahaan ingin lebih responsif terhadap potensi risiko sebelum produk diluncurkan ke publik.
Belum ada informasi apakah perubahan ini akan berdampak langsung pada jadwal rilis fitur atau model baru dalam waktu dekat. Yang jelas, pendekatan keamanan yang lebih terintegrasi berpotensi menghasilkan produk yang lebih matang sejak awal.