BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan pentingnya membentuk kebiasaan menjaga kebersihan pesisir sebagai karakter dasar masyarakat. Hal ini dinilai lebih esensial dibandingkan sekadar menjalankan instruksi formal dari pemerintah.
“Yang paling penting bukan tentang instruksinya, tapi bagaimana kita mengubah kebiasaan. Ingin menjaga kebersihan itu adalah bagian dari sifat-sifat kita, orang Lampung,” ujar Gubernur Mirza.
Menurut Gubernur, kawasan pesisir bukan hanya bentang alam, melainkan etalase utama pariwisata daerah di mata nasional. “Ketika orang menyebut Lampung, selain gajah, tentu yang diingat adalah pantai. Seluruh orang datang berwisata ke Lampung alasannya adalah melihat pantai,” tambahnya.
Penataan kawasan ini terintegrasi dengan visi besar “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045”. Gubernur menitikberatkan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, melainkan ekosistem yang komprehensif.
“Lampung bukan hanya maju di bidang infrastruktur. Tapi Lampung harus bersih, pesisirnya terjaga dengan indah, lingkungannya harus aman,” papar Gubernur.
Kegiatan puncak Gerakan Radin Inten Asri dipusatkan sejak pukul 05.30 WIB di Pantai Pasir Putih, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan. Gubernur memimpin langsung aksi bersih-bersih yang dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Lampung dan Sekretaris Daerah Dr. Marindo Kurniawan.
Berbagai elemen masyarakat turun langsung membersihkan garis pantai, mulai dari perguruan tinggi, dunia usaha, hingga komunitas lokal. Giat gotong royong berbalut pakaian olahraga ini menjadi simbol kebersamaan.
Pemerintah Provinsi Lampung bersinergi erat dengan Kodam XXI/Raden Intan dalam mewujudkan visi strategis tersebut. Gubernur memberikan apresiasi atas inisiatif TNI yang mempercepat penataan fasilitas publik yang sempat stagnan.
“Terima kasih kepada Pak Pangdam telah merevitalisasi Pasir Putih agar kembali menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Lampung seperti 20 hingga 30 tahun yang lalu,” ucap Gubernur.
Pangdam XXI/Raden Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan kesiapan penuh TNI sebagai motor penggerak di lapangan. Ia menyoroti bahwa lingkungan bersih berkaitan erat dengan derajat kesehatan warga dan mampu mendongkrak angka harapan hidup.
Gubernur menargetkan terbentuknya masyarakat yang kompak, sehat, serta memiliki budaya gotong royong yang kuat. Nilai-nilai tersebut terangkum dalam filosofi Raden Intan Asri, di mana “Asri” merupakan kependekan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Kawasan yang kini juga disapa Raden Intan Beach tersebut diharapkan benar-benar hidup dan dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat kegiatan sosial dan interaksi masyarakat.
Sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan TNI dalam penataan pesisir ini diproyeksikan membawa dampak ganda yang terukur. Secara ekonomi, destinasi yang rapi dan bersih akan melonjakkan daya tarik wisata yang otomatis menggerakkan roda perekonomian UMKM lokal.
Secara sosial budaya, gerakan kurve massal ini terbukti sukses memantik kembali tradisi gotong royong warga pesisir. Wajah baru pantai Lampung kini menjadi investasi berharga pemerintah daerah dalam menjamin kualitas hidup yang sehat dan nyaman bagi generasi mendatang. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).