BANDARLAMPUNG — Penyaluran KUR di Lampung masih didominasi oleh skema KUR Mikro yang mencapai Rp3,54 triliun, disusul KUR Kecil sebesar Rp887,3 miliar. Sisanya, KUR Supermikro tercatat Rp1,45 miliar dan KUR khusus TKI/PMI senilai Rp833,5 juta.
Kepala Seksi Pembinaan dan Pelaksanaan Anggaran II C Kanwil DJPb Kemenkeu Lampung Gwen Adhitya Amalkhan mengatakan, realisasi ini menjadi indikator bahwa akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di daerah terus menggeliat. “Melalui program kredit usaha rakyat ini menjadi wujud dukungan pemerintah dalam peningkatan UMKM salah satunya melalui program pembiayaan ini,” ujarnya di Bandarlampung, Jumat.
Dari sisi sektor ekonomi, penyaluran KUR paling besar terserap di sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan dengan porsi 60,47 persen. Disusul perdagangan besar dan eceran sebesar 24 persen, serta jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, dan perorangan lainnya sebesar 5,03 persen.
Sektor industri pengolahan hanya menyerap 4,20 persen, sementara transportasi, pergudangan, dan komunikasi 2,37 persen. Adapun sektor perikanan tercatat 1,32 persen, dan sisanya tersebar di sektor properti, kesehatan, pendidikan, konstruksi, serta pertambangan dengan porsi di bawah satu persen.
Dari sisi lembaga penyalur, BRI masih mendominasi dengan pangsa 75,26 persen. Bank Mandiri menyusul di posisi kedua dengan 12,62 persen, lalu BPD Lampung 6,58 persen, BSI 3,66 persen, dan BNI 1,04 persen.
Secara geografis, Kabupaten Lampung Tengah menjadi daerah dengan serapan KUR tertinggi yakni 25,43 persen dari total realisasi. Disusul Lampung Timur 15,71 persen, Lampung Selatan 11,31 persen, Way Kanan 9,28 persen, dan Lampung Utara 7,74 persen.
Kota Bandarlampung sendiri tercatat hanya menyerap 6,71 persen, sementara Kota Metro 1,45 persen. Daerah dengan serapan paling kecil adalah Pesisir Barat yang hanya 0,82 persen, disusul Lampung Barat 1,51 persen, dan Tulang Bawang Barat 1,55 persen.
Pemerintah menargetkan KUR sebagai instrumen utama mendorong UMKM naik kelas. Dengan sisa plafon lebih dari Rp6 triliun yang belum tersalurkan hingga pertengahan tahun, tekanan kini ada pada perbankan dan pemda untuk memperluas jangkauan ke sektor produktif di luar pertanian dan perdagangan.