IHSG Menguat 0,40% ke 5.936 di Awal Perdagangan, Transaksi Baru Capai Rp629 Miliar

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 10:14:01 WIB
IHSG menguat 0,40% ke level 5.936 pada pembukaan perdagangan hari ini.

LAMPUNG — Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan mayoritas saham masih berada di posisi stagnan. Dari total 965 saham yang diperdagangkan, sebanyak 501 saham tidak bergerak, sementara 326 saham menguat dan 138 saham lainnya melemah. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang belum sepenuhnya bullish meski indeks utama mencatat kenaikan.

Indeks Sektoral Dominan Hijau, Hanya Kesehatan yang Tertekan

Hampir seluruh sektor industri tercatat menguat pada sesi awal. Sektor energi, konsumer siklikal dan non-siklikal, keuangan, infrastruktur, bahan baku, transportasi, industri, hingga teknologi semuanya berada di zona hijau. Satu-satunya sektor yang melemah adalah kesehatan.

Indeks LQ45 ikut menguat 0,71% ke level 591, sementara Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,77% ke 348. Indeks IDX30 dan MNC36 masing-masing menguat 0,63% ke 334 dan 0,65% ke 258.

Top Gainers: Insight Investment, Prodia, dan RANS

Tiga saham yang memimpin daftar top gainers pada pembukaan adalah Insight Investment Management, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS). Di sisi lain, tekanan jual terlihat pada saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA), PT Niramas Utama Tbk (JELI), serta Danareksa Investment Management yang masuk dalam jajaran top losers.

Pergerakan saham-saham ini masih perlu dicermati investor mengingat volume transaksi awal yang relatif moderat. Dengan nilai transaksi Rp629 miliar, likuiditas pasar belum menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Apa yang Perlu Dicermati Investor

Penguatan IHSG di awal sesi ini terjadi tanpa katalis domestik yang kuat. Investor cenderung wait and see menjelang rilis data ekonomi pekan depan dan arah kebijakan suku bunga global. Sektor keuangan dan energi yang menjadi penopang utama indeks perlu diuji konsistensinya pada sesi berikutnya.

Bagi pelaku pasar, level psikologis 5.900 menjadi support jangka pendek yang krusial. Jika indeks mampu bertahan di atas level tersebut hingga akhir sesi, potensi penguatan lanjutan terbuka. Sebaliknya, pelemahan di bawah 5.900 bisa memicu aksi ambil untung lebih luas.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top