JAKARTA — Sebanyak 132.627 warga Jakarta tercatat mendaftar dalam program lowongan kerja bantalan sosial yang disediakan Pemprov DKI Jakarta. Dari jumlah tersebut, pemerintah hanya membuka 2.843 posisi, membuat rasio persaingan mencapai 46 pelamar per satu lowongan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa proses seleksi tidak boleh melibatkan praktik titipan atau intervensi dari pihak mana pun. Ia meminta setiap kepala dinas terkait menjadi penentu akhir penerimaan peserta.
“Semuanya transparan karena saya minta tidak boleh lagi ada keterlibatan orang dalam. Saya minta kepala dinas masing-masing menjadi orang yang memutus terakhir supaya tidak ada titipan dan sebagainya,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Program ini dirancang sebagai bantalan sosial bagi warga yang membutuhkan akses pekerjaan di tengah tekanan ekonomi. Menurut Pramono, tahap pertama dan kedua rekrutmen telah selesai dilakukan. Saat ini, sebagian peserta telah ditetapkan sebagai penerima manfaat, sementara proses seleksi masih berjalan untuk sisa posisi.
“Untuk bantalan sosial, sekarang ini tahap pertama dan kedua sudah selesai untuk 2.843 lowongan. Yang mendaftar 132.627 pelamar,” ungkap Pramono.
Pemerintah berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi warga yang kesulitan mendapatkan pekerjaan formal. Pramono menyebut bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret Pemprov DKI dalam merespons kondisi ekonomi yang masih berat bagi masyarakat kelas bawah.
“Mudah-mudahan ini memberi manfaat bagi warga Jakarta yang membutuhkan pekerjaan,” tandas Pramono.