BANDAR LAMPUNG — Di balik kelancaran ujian Seleksi Mandiri Masuk (SMM) Universitas Lampung (Unila) yang digelar Rabu (8/7/2026), ada kerja puluhan teknisi yang mulai bergerak sebelum matahari terbit. Mereka memastikan 290 perangkat yang tersebar di berbagai ruang ujian siap digunakan peserta sejak pukul 07.00 WIB.
Tidak hanya pagi hari, persiapan teknis sebenarnya sudah dimulai sehari sebelum ujian. Operator Layanan Operasional UPA TIK Unila, Aditya Dwi Abrianto, mengatakan seluruh perangkat diuji melalui simulasi menyeluruh.
“H-1 kami melakukan uji coba seluruh perangkat. Semua laptop dan PC dihidupkan, kemudian dilakukan simulasi pengerjaan soal untuk memastikan aplikasi dan akun berjalan normal,” ujarnya.
Setiap blok ujian terdiri dari 20 perangkat yang didampingi satu teknisi dan satu pengawas. Jika terjadi kendala, tim bisa langsung turun tangan tanpa mengganggu peserta lain.
Demi memastikan tidak ada gangguan, para teknisi memulai tugas sejak pukul 05.00 WIB. Setibanya di kampus, mereka langsung memeriksa kondisi perangkat, jaringan internet, pasokan listrik, hingga sistem pendingin ruangan.
“Setelah salat subuh kami langsung berangkat. Sesampainya di kampus kami memastikan seluruh perangkat hidup, listrik aman, AC berfungsi, jaringan normal,” jelas Aditya.
Antisipasi juga disiapkan untuk skenario terburuk. Jika listrik padam, tim teknisi telah menyiapkan langkah darurat agar ujian tetap berjalan.
Bagi Aditya dan rekan-rekannya, pekerjaan ini bukan sekadar memastikan komputer menyala. Mereka melihat setiap peserta sebagai generasi penerus yang sedang memperjuangkan pendidikan tinggi.
“Kami ingin mempermudah mereka dalam menggunakan perangkat yang ada, jangan sampai ada peserta yang terhambat karena masalah teknis. Kami memandang mereka sebagai penerus bangsa,” tuturnya.
Hingga hari kedua pelaksanaan SMM, seluruh proses berjalan 100 persen lancar tanpa gangguan berarti pada perangkat maupun jaringan. Keberhasilan ini, menurut Aditya, adalah hasil kerja tim yang bergerak sejak subuh.