Bukan Cuma Luas Lahan, Berau Coal Tekan Kualitas Reklamasi di Puncak Hari Lingkungan Hidup 2026

Penulis: Syaiful Bahri  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 15:15:01 WIB
Berau Coal menggelar bimtek lingkungan dengan narasumber Kementerian ESDM dan KLHK.

LAMPUNG — Selama hampir satu bulan, Berau Coal menggelar serangkaian acara lingkungan—mulai dari upacara pembukaan pada 10 Juni 2026, aksi penanaman serentak di seluruh area operasional, hingga lomba cerdas cermat lingkungan untuk karyawan. Puncaknya, perusahaan mengadakan bimtek hybrid yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian ESDM.

Reklamasi Tak Lagi Soal Luas, Tapi Soal Tumbuh

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Berau Coal, Feri Indrayana, menegaskan pergeseran paradigma tersebut di hadapan jajaran manajemen dan mitra kerja. "Reklamasi itu tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga ketepatan pelaksanaannya serta tingkat pertumbuhan vegetasi yang berhasil dicapai," ujarnya.

Ia mendorong peserta untuk menyerap materi dari Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup sebagai penyempurna praktik yang sudah berjalan. "Mohon seluruh materi didengar, diresapi, dan dipahami sehingga apa yang diperoleh dapat diterapkan," tambah Feri.

Keberhasilan Tambang Diukur dari Risiko yang Dikelola

Dalam paparannya secara daring, Horas Pasaribu, Koordinator Perlindungan Mineral dan Batubara Ditjen Minerba Kementerian ESDM, mengingatkan bahwa produksi dan penerimaan negara bukan satu-satunya tolok ukur. "Keberhasilan juga diukur dari seberapa baik risiko lingkungan berhasil kita identifikasi dan kelola," tegasnya.

Horas memberikan apresiasi kepada Berau Coal atas rangkaian kegiatan lingkungan yang dinilai sebagai wujud komitmen tinggi terhadap pelestarian. Materi bimtek mencakup implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 20 Tahun 2025, pengendalian dampak iklim, dan strategi reklamasi efektif sesuai kaidah pertambangan yang baik.

Bukan Sekadar Agenda Tahunan

Direktur Operasional dan HSE PT Berau Coal, Arief Widhartono, menutup acara dengan menekankan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup adalah pengingat untuk menjalankan tata kelola lingkungan secara bertanggung jawab sepanjang siklus operasional. "Semoga seluruh rangkaian ini menjadi pengingat bahwa tata kelola lingkungan hidup harus dijalankan dengan benar dan penuh tanggung jawab sejak operasional dimulai hingga berakhir," tutup Arief.

Dengan pendekatan ini, Berau Coal berharap praktik pertambangan berkelanjutan tidak hanya menjadi jargon, tetapi terukur dari kualitas lahan pascatambang yang benar-benar pulih.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top