BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengumumkan penetapan Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, sebagai Desa Wisata Budaya. Pengumuman itu disampaikan di Bandarlampung, Selasa.
Desa Pugung Raharjo menjadi satu dari 17 desa di seluruh Provinsi Lampung yang menyandang status tersebut. Selain desa ini, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah menetapkan Desa Negara Batin, yang masih satu kecamatan, sebagai Desa Budaya.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pengembangan Desa Wisata Budaya Pugung Raharjo tidak bisa dilakukan sendiri. "Pengembangan Desa Wisata Budaya Pugung Raharjo akan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Pola kolaborasi ini mencakup perencanaan hingga pendanaan. Pemerintah pusat disebut akan terlibat melalui kementerian terkait pariwisata dan kebudayaan, sementara pemerintah daerah bertanggung jawab pada pengelolaan dan pendampingan di tingkat tapak.
Situs arkeologi yang ada di Pugung Raharjo memang menjadi daya tarik utama. Namun, Pemprov Lampung memastikan pengembangan tidak berhenti di sana. Fokus utama justru diarahkan pada pelestarian budaya lokal agar menjadi daya tarik wisata yang lebih kuat dan berkelanjutan.
"Mari masyarakat dan pemerintah desa untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan, sehingga keberadaan Desa Wisata Budaya Pugung Raharjo mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," kata Gubernur.
Penetapan Pugung Raharjo merupakan bagian dari program besar Pemprov Lampung membangun 17 Desa Budaya di seluruh provinsi. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal berharap program ini bisa menjaga nilai-nilai adat sekaligus menghidupkan kembali karakter asli masyarakat Lampung.
"Kami ingin ke depan Lampung itu bukan hanya berwujud simbol, tapi berwujud karakter yang ada di setiap orang melalui pengembangan desa budaya ini," tambahnya.
Dengan adanya status ini, Desa Pugung Raharjo diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain di Lampung. Pengembangan berbasis budaya dinilai lebih tahan terhadap perubahan musim wisata dan memberikan dampak ekonomi yang lebih merata bagi warga setempat.