BANDAR LAMPUNG — Nelayan dan operator kapal di pesisir Lampung diminta tetap waspada meski cuaca secara umum mendukung aktivitas melaut. BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang sedang di Perairan Teluk Lampung bagian selatan, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, dan Samudra Hindia Barat Lampung.
Angin timuran bertiup dengan kecepatan 2 hingga 25 knot, setara 4–46 kilometer per jam. Kecepatan tertinggi terjadi di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan, yang berpotensi memicu gelombang lebih tinggi.
BMKG memberikan panduan spesifik bagi setiap jenis kapal. Perahu nelayan diminta tidak berlayar jika kecepatan angin mencapai 15 knot atau lebih dan gelombang di atas 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang harus waspada saat angin mencapai 16 knot dan gelombang lebih dari 1,5 meter.
Untuk kapal feri, terutama lintasan Bakauheni–Merak, nahkoda diminta memperbarui informasi cuaca secara berkala. Gelombang di Selat Sunda bagian selatan diperkirakan bisa menyentuh 2,5 meter pada sore hingga malam hari saat angin cenderung lebih kencang.
Secara umum, kondisi perairan Lampung pada Selasa diprakirakan cerah hingga cerah berawan. Namun, potensi hujan ringan tetap ada di sebagian perairan pada sore atau malam hari. Cuaca ini masih dianggap wajar untuk musim angin timuran yang tengah berlangsung.
BMKG mengimbau seluruh operator kapal dan nelayan untuk tidak hanya mengandalkan prakiraan pagi hari. Informasi cuaca terkini perlu dipantau secara berkala, terutama jika hendak berlayar jarak jauh atau melintasi perairan terbuka seperti Samudra Hindia Barat Lampung.
Meski ada peringatan gelombang sedang, operasional penyeberangan di Selat Sunda secara umum masih dapat berlangsung. Peningkatan kewaspadaan diutamakan pada pelayaran sore hingga malam hari, saat angin timuran bertiup lebih kuat di bagian selatan selat tersebut.
Data ini disarikan dari informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Panjang yang dirilis untuk kebutuhan pelayaran dan perikanan di perairan Lampung, Selasa (7/7/2026).