LAMPUNG BARAT — Bukan sekadar lomba mewarnai biasa. Di Gedung Surian, Senin lalu, ratusan peserta dari tingkat TK diajak mengenal sosok Proklamator RI lewat goresan krayon di atas kertas. Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan kegiatan itu bagian dari upaya pemerintah daerah memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada generasi paling muda.
Menurut Parosil, seni mewarnai dipilih sebagai media karena anak-anak lebih mudah menyerap pesan melalui aktivitas kreatif. "Anak-anak kita harus mengetahui bagaimana proses untuk mencapai kemerdekaan," ujarnya saat dihubungi dari Lampung Selatan.
Lewat gambar dan warna, peserta tidak hanya belajar mengenal tokoh, tetapi juga memahami nilai perjuangan, persatuan, dan cinta tanah air. "Dengan memperkenalkan sejarah perjuangan para pejuang dalam merebut kemerdekaan sejak dini, diharapkan dapat membangkitkan semangat juang, memupuk jiwa patriotik, menambah nasionalisme serta mendorong motivasi diri," kata Parosil.
Rangkaian peringatan Bulan Bung Karno tidak berhenti di lomba mewarnai. Setelah berdialog dengan anak-anak, Parosil bersama warga dan jajaran bergerak ke embung Pekon Pura Mekar. Di sana, sebanyak 10.000 ekor benih ikan mas ditebar ke kolam penampungan air.
"Aksi itu bukan sekadar seremonial Bulan Bung Karno. Ini bentuk pengamalan ajaran Trisakti, khususnya berdikari di bidang pangan," ucap Parosil. Ia berharap penebaran benih ikan itu memberi dampak nyata: meningkatkan stok ikan bagi masyarakat, menambah pendapatan warga, dan memperkuat program swasembada serta ketahanan pangan nasional di Lampung Barat.
Pemerintah daerah mendorong berbagai kegiatan edukatif yang mengangkat sejarah perjuangan bangsa sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Parosil menekankan pentingnya memperkenalkan tokoh-tokoh bangsa sejak TK agar anak-anak tumbuh dengan wawasan kebangsaan yang kuat.
"Dari coretan warna anak PAUD sampai riak air embung yang ditebari benih, peringatan Bulan Bung Karno tahun ini di Gedung Surian punya makna ganda. Mengingat sejarah, menanam harapan," ujar Parosil.