BANDAR LAMPUNG — Barisan petugas gabungan yang terdiri dari pejabat struktural, staf, tim medis, dan Satopspatnal menyisir setiap sudut kamar hunian. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pengawasan fisik, tetapi juga menyapa warga binaan secara humanis.
Kehadiran tim medis di tengah razia menjadi inovasi jemput bola pelayanan kesehatan. Setiap keluhan medis dari penghuni langsung didengar, diperiksa, dan ditangani di lokasi blok hunian tanpa harus dibawa ke klinik.
“Deteksi dini pasca apel ini adalah bukti komitmen mutlak institusi. Lingkungan pembinaan harus dipastikan selalu bersih dan aman dari segala bentuk barang terlarang,” ujar Ike Rahmawati di sela kegiatan pemantauan.
Kalapas menegaskan bahwa lingkungan pembinaan seratus persen harus terbebas dari tiga jenis pelanggaran utama: peredaran telepon seluler ilegal, praktik pungutan liar, serta penyalahgunaan narkotika. Penyisiran menyeluruh ini menjadi bukti konsistensi pengawasan berlapis.
“Di saat yang bersamaan, pendekatan humanis melalui jemput bola pelayanan kesehatan juga terus dikedepankan agar hak dasar para penghuni senantiasa terpenuhi,” tambah Ike.
Sinergi antara ketegasan pengawasan dan kehangatan pelayanan ini memastikan Lapas Kelas I Bandar Lampung berada dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh elemen di dalamnya. Kegiatan serupa akan rutin digelar tanpa jadwal tetap untuk menjaga efek jera.