5 Satwa Langka Khas Lampung dari Gajah Sumatera hingga Badak Jawa yang Terancam Punah

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:37:59 WIB
Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas menjadi ikon satwa langka Lampung dengan populasi yang terus menurun.

BANDAR LAMPUNG — Ancaman perburuan liar dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit masih menjadi momok utama bagi kelestarian satwa endemik di Provinsi Lampung. Data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung mencatat beberapa spesies berada di ambang kepunahan dengan populasi yang terus menyusut setiap tahunnya.

Gajah Sumatera: Populasi Tersisa di Taman Nasional Way Kambas

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) menjadi ikon satwa langka di Lampung. Habitat utama mereka berada di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang membentang di Kabupaten Lampung Timur.

Berdasarkan data terbaru, populasi gajah di kawasan konservasi itu diperkirakan hanya tersisa beberapa ratus ekor. Konflik dengan manusia kerap terjadi saat gajah keluar dari hutan mencari makan di area perkebunan warga.

Harimau Sumatera: Predator Puncak yang Kian Langka

Lampung juga menjadi rumah bagi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Satwa ini tercatat tersebar di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang meliputi wilayah Pesisir Barat dan Tanggamus.

BKSDA Lampung menyebut perangkap jerat dan hilangnya tutupan hutan menjadi penyebab utama turunnya populasi harimau. Dalam lima tahun terakhir, setidaknya tiga kasus kematian harimau akibat jerat dilaporkan terjadi di kawasan penyangga taman nasional.

Badak Jawa: Populasi Paling Kritis di Ujung Kulon

Meski habitat utama Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) berada di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, wilayah perairan dan hutan pesisir selatan Lampung kerap menjadi jalur jelajah satwa ini. Beberapa kali kamera jebak memotret badak di kawasan hutan lindung yang berbatasan langsung dengan provinsi tetangga.

Populasi badak jawa saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 70 ekor. Satwa ini menjadi salah satu mamalia paling langka di dunia dan statusnya kritis menurut IUCN.

Tapir dan Siamang: Dua Satwa Endemik yang Jarang Diketahui

Selain gajah dan harimau, Lampung juga menjadi habitat Tapir Asia (Tapirus indicus) dan Siamang (Symphalangus syndactylus). Keduanya masuk dalam daftar satwa dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati.

Tapir kerap ditemukan di hutan dataran rendah TNBBS, sementara siamang lebih banyak dijumpai di hutan perbukitan Lampung Barat. Perburuan untuk diperdagangkan secara ilegal masih menjadi ancaman serius bagi kedua spesies ini.

Apa Langkah Perlindungan yang Sudah Dilakukan?

Pemerintah melalui BKSDA Lampung dan mitra lembaga konservasi terus melakukan patroli rutin di kawasan rawan perburuan. Tim gabungan juga memasang kamera jebak untuk memantau pergerakan satwa dan mendeteksi aktivitas ilegal.

Selain itu, program mitigasi konflik gajah dan manusia terus digencarkan, termasuk pembangunan koridor satwa di beberapa titik rawan di Lampung Timur. Masyarakat diimbau melapor ke petugas jika menemukan satwa langka yang keluar dari habitatnya.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: lampung.indozone.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top