Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Guyur Bandarlampung hingga Pringsewu, Warga Diminta Pakai Pelindung Diri

Penulis: Khairul Anwar  •  Senin, 21 September 2026 | 10:02:01 WIB
Hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau turun pekat di Bandarlampung, Lampung Selatan, dan Pringsewu pada Sabtu malam.

BANDARLAMPUNG — Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau meluas hampir ke seluruh wilayah Lampung. Hujan abu vulkanik pekat turun di Bandarlampung, Lampung Selatan, dan Pringsewu pada Sabtu malam, bersamaan dengan hembusan angin kencang.

Rekaman CCTV dan laporan warga di lokasi menunjukkan butiran abu halus berjatuhan dengan intensitas tinggi. Jarak pandang pengendara terganggu dan mata terasa perih akibat paparan debu.

Abu Menumpuk di Teras dan Pekarangan Rumah

Lapisan debu tebal berwarna gelap mulai menumpuk di area teras dan pekarangan rumah warga. Beberapa warga terlihat menyapu tumpukan abu vulkanik yang mengotori lantai rumah mereka.

Pembersihan dilakukan untuk mencegah debu masuk lebih jauh ke dalam ruangan. Aktivitas menyapu berlangsung di sejumlah titik permukiman yang terdampak.

Warga Diminta Kenakan Pelindung Diri saat Beraktivitas di Luar

Warga yang beraktivitas di luar rumah, termasuk pengendara dan masyarakat umum, diimbau selalu mengenakan pelindung diri. Imbauan ini menyusul paparan debu yang cukup tebal di wilayah terdampak.

Abu vulkanik yang menempel di jalan juga mengganggu pengguna jalan. Kondisi ini memperbesar risiko kecelakaan bila pengendara tidak berhati-hati.

Wilayah Terdampak Meluas sejak Sabtu Malam

Kawasan Bandarlampung menjadi salah satu wilayah yang dilaporkan diguyur hujan abu vulkanik cukup pekat. Dampak serupa terjadi di Lampung Selatan hingga Pringsewu.

Hujan abu turun bersamaan dengan hembusan angin, sehingga sebaran debu menjangkau area yang cukup luas. Warga di ketiga wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top