TULANG BAWANG — Kepolisian Sektor Menggala meningkatkan pengawasan di sepanjang ruas Tol Trans Sumatera menyusul kebakaran lahan yang melanda tiga titik berbeda pada akhir pekan lalu. Area yang terbakar berada tepat di tepi jalur tol yang dilalui kendaraan, memicu kekhawatiran meluasnya api ke semak belukar kering yang mudah terbakar.
Kapolsek Menggala Iptu Yusrizal mengatakan, saat petugas tiba di lokasi, api sudah tidak terlihat menyala. Kebakaran tersebut hanya menyisakan hamparan alang-alang dan semak belukar yang hangus dalam kondisi padam.
"Ya kejadiannya kemarin, kita langsung ke lokasi untuk antisipasi potensi kebakaran lahan yang dapat meluas, terlebih lokasi berada di sekitar jalur tol," kata Yusrizal, Senin (24/8/2026).
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lapangan, kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 15.00 WIB pada Sabtu (22/8/2026). Titik api muncul di tiga lokasi berbeda yang berdekatan, membentang di kilometer 182 hingga 184.
Pemeriksaan yang dilakukan aparat kepolisian tidak menemukan api yang masih menyala. Namun, kondisi lahan yang dipenuhi rumput kering membuat area tersebut dinilai rawan kembali terbakar jika tidak diawasi ketat.
Pengawasan di sekitar lokasi kebakaran terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang muncul kembali. Langkah ini sekaligus untuk mencegah kebakaran meluas hingga mengganggu aktivitas masyarakat atau membahayakan keselamatan pengguna jalan tol.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi semak dan alang-alang yang rentan terbakar. Warga maupun pengguna tol yang melihat asap, api, atau indikasi kebakaran diminta segera melapor kepada petugas agar api dapat ditangani sebelum meluas.