Tim PkM Unila Dampingi Kelompok Tani Madu Mulyo di Lampung Tengah Optimalkan Vegetasi Pakan Lebah Tanpa Sengat

Penulis: Syaiful Bahri  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:14:01 WIB
Tim PkM Unila mendampingi Kelompok Tani Madu Mulyo di Lampung Tengah untuk mengoptimalkan vegetasi pakan lebah tanpa sengat.

LAMPUNG TENGAH — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Lampung (Unila) mendorong penguatan budidaya lebah tanpa sengat di Kampung Sido Mulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah. Program yang berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026 ini menyasar pengelolaan vegetasi sumber pakan lebah dengan memanfaatkan agen hayati. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pakan sekaligus mendorong praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keberadaan tanaman berbunga sebagai sumber nektar dan polen bagi koloni lebah tanpa sengat. Berdasarkan hasil pengamatan tim di lokasi, vegetasi yang menjadi sumber pakan sebenarnya telah tersedia. Namun, pertumbuhan dan pembungaan sejumlah tanaman tersebut dinilai belum sepenuhnya optimal.

Oleh karena itu, tim PkM Unila tidak hanya berfokus pada penambahan jenis tanaman, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pengelolaan vegetasi yang sudah ada. Dengan begitu, ketersediaan pakan lebah bisa lebih stabil sepanjang musim.

Melibatkan Dosen Lintas Fakultas dan Mahasiswa

Program ini digarap oleh lima dosen dari dua fakultas berbeda. Mereka adalah Priyambodo, M. Iqbal Parabi, dan Gina Dania Pratami dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Agung Putra Wijaya dan Nikki Tri Sakung dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Kegiatan turut melibatkan mahasiswa lintas fakultas, yakni Gilang Kurniawan, Farhan Dzaky Aldias, Dzulfikar Yusuf Priyanatha, Muhammad Hafizh Afifi, Muhammad Ikhsan, dan Desta Sandora. Dua alumnus, Winarno dan Anggi Safitri, juga ikut mendukung pelaksanaan program di lapangan.

Mengapa Pengelolaan Vegetasi Menjadi Kunci?

Tanaman berbunga merupakan sumber utama nektar dan polen bagi lebah tanpa sengat. Jika pembungaan tidak optimal, produksi madu kelompok tani Madu Mulyo berpotensi menurun. Kondisi inilah yang mendorong tim untuk mencari solusi berbasis agen hayati.

Pemanfaatan agen hayati dipilih sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan pupuk kimia. Pendekatan ini dinilai lebih selaras dengan prinsip budidaya berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Hibah dari LPPM Unila

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut didanai melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Unggulan Unila Tahun 2026. Pendanaan berada di bawah supervisi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unila.

Dengan pendampingan ini, kelompok tani Madu Mulyo diharapkan mampu mengelola sumber pakan lebah secara lebih mandiri. Dampak jangka panjangnya, produktivitas madu tanpa sengat di Lampung Tengah bisa meningkat dan menjadi contoh bagi kelompok tani lain di Provinsi Lampung.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: lampungpro.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top