BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 14 kabupaten/kota di Lampung diminta mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada Jumat (21/8/2026). Meski tengah berada pada periode kemarau, BMKG memprakirakan hujan tetap turun secara lokal dan tidak merata di wilayah tersebut.
Mesuji menjadi satu-satunya daerah yang tidak tercantum dalam daftar wilayah dengan potensi hujan tersebut. Sementara itu, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Metro, Lampung Timur, hingga sejumlah daerah di bagian barat dan tengah Lampung perlu mengantisipasi perubahan cuaca yang terjadi terutama sejak siang hingga malam.
BMKG menjelaskan ada sejumlah faktor atmosfer yang mendukung terbentuknya awan hujan di Lampung. Belokan angin di sekitar wilayah ini memicu pengangkatan massa udara, sementara keberadaan daerah konvergensi meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan.
Suhu muka laut yang relatif hangat di Samudra Hindia barat–selatan Sumatra, Selat Sunda, dan Laut Jawa turut memasok uap air ke atmosfer. Kondisi kelembapan udara lapisan bawah hingga menengah yang cukup basah semakin memperkuat potensi terbentuknya awan.
Faktor topografi juga berperan. Wilayah barat Lampung dan kawasan perbukitan disebut dapat meningkatkan peluang terbentuknya hujan lokal secara signifikan.
BMKG mengingatkan hujan berpotensi turun secara lokal dan tidak merata, terutama pada siang, sore, dan malam hari. Sejumlah wilayah bisa mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir atau angin kencang.
Artinya, meski pagi hari di beberapa daerah relatif cerah atau berawan, perubahan kondisi cuaca tetap perlu diantisipasi. Warga yang beraktivitas di luar ruangan pada rentang waktu tersebut disarankan mempersiapkan diri menghadapi cuaca yang berubah cepat.
BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga lebat di 14 kabupaten/kota di Lampung. Wilayah-wilayah tersebut tersebar dari pesisir selatan hingga bagian tengah dan barat provinsi ini.
Mesuji menjadi satu-satunya kabupaten yang tidak masuk dalam daftar potensi hujan tersebut. Namun, kondisi cuaca tetap bisa berubah sewaktu-waktu, sehingga warga di daerah itu juga diimbau tetap waspada terhadap perubahan kondisi atmosfer.