LAMPUNG — IFA 2026 tidak hanya menghadirkan inovasi terbaru, tetapi juga membuka kembali ICC Berlin, sebuah bangunan cagar budaya dari tahun 1979 yang telah lama tidak digunakan. Pembukaan venue ini menambah luas area pameran yang sebelumnya sudah dipenuhi ribuan eksibitor dari berbagai negara.
Tahun lalu, ajang ini mencatatkan kehadiran lebih dari 1.900 eksibitor dari 49 negara dan menarik 220.000 pengunjung dari 140 negara. Angka tersebut menunjukkan skala besar event ini sebagai tempat berkumpulnya retailer, kreator konten, hingga pemain industri game global.
Leif Lindner, CEO IFA Management, menegaskan bahwa AI kini menjadi "jaringan penghubung" di bawah semua teknologi, bukan lagi kategori produk tersendiri. Ia menyebutkan bahwa rumah pintar dan kesehatan digital sudah menjadi bagian dari rutinitas harian, dan masa depan itu sudah hadir sekarang.
Pernyataan tersebut relevan bagi gamer yang menantikan evolusi perangkat handheld dan PC. Tahun 2024 lalu, Acer mengejutkan publik dengan memperkenalkan Nitro Blaze 7, pesaing langsung Steam Deck OLED dan Asus ROG Ally X di segmen PC genggam.
IFA 2025 lalu menjadi ajang unjuk gigi bagi Eufy dan Anker. Eufy memamerkan robot vacuum MarsWalker yang mampu menaiki tangga, sementara Anker meluncurkan Soundcore Nebula X1 Pro, proyektor kelas atas dengan kecerahan 3.500 ANSI lumen dan dukungan Dolby surround sound. Proyektor ini jelas berbeda dari lini portabel Nebula Capsule yang hanya mencapai 300 lumen.
Untuk 2026, pengunjung diprediksi akan melihat lebih banyak robot inovatif. Tahun lalu, KATA Friend AI pet menjadi primadona, dan Acemate Tennis Robot juga menarik perhatian sebagai robot AI pertama yang mampu bermain tenis secara real-time.
IFA 2026 tidak melulu soal pameran teknologi. Area terbuka Sommergarter akan menjadi panggung hiburan dengan penampilan BUNT pada 3 September, Luciano pada 4 September, serta Ikkimel & Friends yang membawa nuansa trap dan techno ala klub Berlin pada 5 September. Sesi podcast langsung dari Mord auf Ex dan Wine Wednesday juga dijadwalkan pada 6 September.
Bagi pengunjung yang ingin merasakan langsung atmosfer pameran, tiket sudah tersedia melalui situs resmi IFA 2026. Event ini terbuka untuk publik umum, bukan hanya kalangan industri.
Tren yang dipamerkan di IFA biasanya menjadi indikator produk yang akan dirilis secara global, termasuk di Indonesia. Inovasi seperti proyektor portabel berdaya tinggi dan PC handheld dengan performa AI yang lebih baik berpotensi masuk ke pasar Asia Tenggara dalam beberapa bulan setelah peluncuran globalnya.
IFA 2026 akan menjadi panggung bagi para pemain industri untuk menunjukkan bagaimana AI mengubah cara orang bermain, bekerja, dan menjaga kesehatan. Dengan fokus pada personalisasi, teknologi yang dipamerkan di Berlin pekan pertama September nanti akan menentukan standar perangkat yang akan dipegang gamer Indonesia dalam setahun ke depan.