BANDARLAMPUNG — Proyek cetak sawah baru di Provinsi Lampung memasuki tahap krusial. Dari total alokasi konstruksi seluas 1.450 hektare, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung menyatakan separuh lahan telah selesai diolah dan siap ditanami.
Kepala BRMP Lampung Endro Gunawan mengungkapkan tanam perdana akan digelar pada 20 Agustus 2026. Kabupaten Tulang Bawang dipilih sebagai lokasi utama lantaran konstruksi sawah di wilayah tersebut dinilai paling siap.
Realisasi cetak sawah baru ini terkonsentrasi di sejumlah daerah. Kabupaten Lampung Timur mendapatkan porsi terluas dengan 812 hektare, disusul Tulang Bawang seluas 372 hektare, dan Mesuji 40 hektare. Sisanya tersebar di wilayah lain di Lampung.
Endro menjelaskan percepatan pengolahan lahan menjadi prioritas agar indeks pertanaman bisa meningkat. "Dengan memanfaatkan alat mesin pertanian bisa mempercepat proses pengolahan, panen, dan pasca panen," ujarnya di Bandarlampung, Rabu.
Proyek ini merupakan bagian dari dua strategi utama yang dijalankan pemerintah. Selain ekstensifikasi melalui cetak sawah baru, optimalisasi lahan juga digencarkan untuk menaikkan indeks pertanaman dalam satu hamparan.
Gabungan kedua upaya itu disebut berhasil mendongkrak luas panen Lampung hingga 31 ribu hektare. Angka ini menjadi indikator positif bagi ketahanan pangan di provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai tersebut.
BRMP Lampung turut menyiapkan inovasi untuk mengoptimalkan produksi di lahan baru. Teknologi budidaya tanam langsung (tabela) dinilai mampu memangkas waktu tanam dibandingkan metode konvensional pindah tanam.
"Dengan teknologi budidaya tanam langsung, tidak usah tanam pindah, ini juga bisa mempercepat tanam," tambah Endro. Langkah ini diharapkan memperpendek siklus tanam dan meningkatkan frekuensi panen di lahan cetak sawah baru.