Pelindo Uji Emisi 100 Truk Petikemas di Surabaya: Cek Kondisi Mesin Angkutan Logistik

Penulis: Khairul Anwar  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:36:31 WIB
Petugas memeriksa kondisi gas buang truk petikemas dalam uji emisi di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, 13 Agustus 2026.

LAMPUNG — Uji emisi bukan sekadar seremonial HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bagi pemilik armada truk peti kemas, hasil pemeriksaan ini bisa menjadi indikator awal apakah mesin kendaraan masih layak operasi atau sudah butuh perawatan serius.

Kegiatan berlangsung di dua lokasi berbeda. Pengujian pertama digelar pada 13 Agustus 2026 di Terminal Teluk Lamong (TTL), lalu dilanjutkan pada 18 Agustus 2026 di Terminal Petikemas Surabaya (TPS).

Kenapa Truk Petikemas Jadi Sasaran Utama

Truk peti kemas memegang peran vital dalam rantai logistik, terutama sebagai penghubung antara terminal dan kawasan hinterland. Volume operasinya tinggi, jarak tempuhnya jauh, dan beban angkutnya maksimal — kombinasi yang bikin mesin bekerja ekstra keras.

Semakin berat beban mesin, semakin besar potensi pembakaran tidak sempurna. Dampaknya langsung terlihat dari gas buang yang keluar dari knalpot. Kalau pembakaran tidak optimal, emisi yang dilepaskan ke udara bisa melebihi ambang batas.

Hasil Uji Emisi Jadi Acuan Perawatan Mesin

Pemeriksaan yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Surabaya ini mengukur kondisi gas buang berdasarkan parameter yang dipersyaratkan. Dari situ, bisa diketahui kendaraan mana yang sistem mesin dan pengendalian emisinya masih bekerja normal.

Buat pemilik armada, data ini berharga. Hasil uji bisa menjadi dasar untuk menentukan truk mana yang perlu masuk bengkel lebih awal, khususnya untuk perbaikan pada sistem pembakaran dan komponen pengendali emisi. Mencegah kerusakan lebih besar jauh lebih murah daripada memperbaiki mesin yang sudah telanjur rusak parah.

Yang Perlu Diperhatikan Pemilik Armada

  • Uji emisi hanya menjangkau 100 unit truk dari total armada yang beroperasi di dua terminal — masih jauh dari keseluruhan populasi truk peti kemas di Surabaya
  • Hasil pemeriksaan bersifat inspeksi sesaat, bukan pengukuran menyeluruh kondisi mesin — truk yang lulus uji tetap perlu perawatan berkala
  • Program ini baru berjalan di dua terminal Pelindo, belum mencakup lokasi lain di bawah pengelolaan Regional 3

Bagi pengguna jasa logistik, program ini memberi sinyal positif bahwa operator terminal mulai serius memperhatikan aspek lingkungan. Armada yang emisinya terkontrol bukan cuma soal kepatuhan regulasi — tapi juga efisiensi bahan bakar jangka panjang.

Mesin yang membakar bahan bakar secara sempurna cenderung lebih irit dan punya umur pakai lebih panjang. Jadi, uji emisi yang terlihat seperti kewajiban administratif ini sebenarnya punya dampak langsung ke biaya operasional.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top