Mensesneg: Tujuh Pejabat Pimpin Upacara HUT ke-81 di NTT Sekaligus Awasi Penanganan Gempa

Penulis: Khairul Anwar  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 10:43:01 WIB
Tujuh pejabat tinggi negara memimpin upacara HUT ke-81 RI di NTT sekaligus memantau penanganan gempa di lokasi bencana.

LAMPUNG — Pemerintah menempatkan tujuh pejabat tinggi negara di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8). Mereka mengemban tugas ganda: memimpin jalannya upacara sekaligus memantau langsung proses penanganan gempa bumi yang baru mengguncang wilayah tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Wakil Menteri Kesehatan, dan Wakil Menteri Sosial berada di lokasi bencana. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pemerintah tidak memisahkan agenda seremonial kenegaraan dari respons darurat kemanusiaan.

Fokus Ganda di Tengah Perayaan

"Di tengah-tengah kita merayakan kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin terkena bencana itu semua tertangani dengan sebaik-baiknya," kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Penempatan pejabat setingkat menteri di NTT merupakan instruksi langsung Presiden. Tujuannya mempercepat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan bencana.

Langkah ini berbeda dengan penugasan di Sulawesi Tenggara. Di provinsi tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memimpin upacara tanpa agenda tambahan penanganan bencana.

Kursi Undangan Bertambah 3.400

Animo masyarakat menghadiri upacara di Istana Merdeka melampaui perkiraan awal. Pemerintah awalnya menyiapkan 8.100 kursi, kemudian menambah dua blok tambahan.

Tambahan tersebut masing-masing berjumlah 1.700 kursi untuk upacara pagi dan 1.700 kursi untuk prosesi penurunan bendera sore hari. Total kapasitas kursi yang tersedia mencapai 11.500.

Bagi warga yang tidak memperoleh war ticket, pemerintah menyiapkan tenda besar di Jalan Medan Merdeka Utara. Lokasi ini dilengkapi layar lebar agar masyarakat tetap dapat menyaksikan seluruh rangkaian prosesi secara langsung dari luar pagar Istana.

Permintaan Maaf dan Seruan Pengabdian

Prasetyo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang gagal mendapatkan tiket meski telah mendaftar sejak jauh hari. Ia menilai tingginya minat publik justru mencerminkan semangat kebangsaan yang sehat.

"Mari semua kita bekerja keras memberikan pengabdian yang terbaik untuk menjadikan Indonesia berdaulat, Indonesia yang benar-benar adil, Indonesia yang makmur untuk semuanya," ujar Prasetyo menutup keterangannya.

Upacara HUT ke-81 tahun ini menjadi perayaan pertama yang digelar dengan protokol pemulihan pascapandemi secara penuh. Kapasitas tamu undangan di halaman Istana Merdeka kembali penuh setelah sebelumnya dibatasi.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top