Pasar Hexagon Jakarta Utara Punya Potensi Wisata Budaya, Satu Kawasan dengan Sunda Kelapa dan Museum Bahari

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:16:01 WIB
Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat meninjau kawasan Pasar Hexagon di Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (17/8/2025).

LAMPUNG — Pasar Hexagon bukan sekadar bangunan tua dengan arsitektur unik di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Di balik dinding-dindingnya, kawasan ini menyimpan memori panjang tentang denyut perdagangan maritim Nusantara. Kini, pemerintah kota berupaya menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai bagian dari destinasi wisata budaya yang terhubung dengan ikon-ikon sejarah Jakarta lainnya.

Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat menegaskan bahwa pengembangan kawasan ini tidak bisa berjalan sendiri. "Pasar Hexagon tidak sekadar memiliki bentuk bangunan yang unik, tetapi juga menyimpan sejarah dan potensi ekonomi besar," ujarnya di Jakarta, Minggu (17/8). Menyusuri Koridor Sejarah dari Sunda Kelapa hingga Luar Batang

Kawasan cagar budaya di Jakarta Utara ini memiliki benang merah yang kuat. Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi saksi kejayaan perdagangan rempah-rempah antar pulau, sementara Museum Bahari menyimpan artefak kebaharian bangsa. Tak jauh dari sana, Masjid Luar Batang berdiri sebagai destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi peziarah.

Pasar Hexagon dan Kampung Akuarium menjadi penghubung yang tak terpisahkan dalam ekosistem ini. Kawasan ini diarahkan sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis masyarakat. Aktivitas yang dihadirkan beragam, mulai dari kuliner pesisir khas Nusantara, produk fesyen lokal, hingga atraksi seni dan budaya.

"Jika potensi ini kita kembangkan secara terintegrasi melalui konsep pariwisata berbasis komunitas, kita tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi kerakyatan," kata Hendra. Pasar Rakyat Dua Hari: Awal dari Transformasi Kawasan

Penyelenggaraan Hexagon The Nusantara Port Market pada 14-15 Agustus 2025 menjadi uji coba nyata atas gagasan tersebut. Acara yang berlangsung pukul 15.00 hingga 21.00 WIB ini melibatkan 50 pelaku UMKM binaan dari enam pengampu di Jakarta Utara.

Pengunjung yang datang disuguhkan beragam kuliner khas pesisir, pertunjukan seni dan budaya, serta produk unggulan lainnya. Meski baru berlangsung dua hari, event ini bukan sekadar seremoni. Hendra menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal untuk melihat apa yang bisa dilakukan bersama agar kawasan ini menjadi ruang publik yang hidup.

"Kita bisa menghidupkan kembali kawasan ini," ujarnya. Etalase Peradaban Menuju 500 Tahun Jakarta

Momentum pengembangan kawasan ini semakin relevan karena Jakarta akan memasuki usia lima abad. Kawasan pesisir dan cagar budaya di Jakarta Utara dinilai perlu terus dijaga sebagai etalase perjalanan peradaban kota.

"Menuju usia lima abad ini, mari kita jaga kawasan pesisir dan kawasan cagar budaya di Jakarta Utara sebagai etalase utama perayaan peradaban kota yang tangguh, berkarakter, dan membanggakan," tutur Hendra.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer sejarah Jakarta dari sisi berbeda, kawasan ini menawarkan pengalaman yang otentik. Berjalan kaki dari Pasar Hexagon menuju Pelabuhan Sunda Kelapa bisa dilakukan dalam hitungan menit, melewati deretan kapal pinisi yang masih bersandar hingga kini. Menuju Kawasan Wisata Terintegrasi

Rencana pengembangan ini menjanjikan kawasan pesisir Jakarta Utara menjadi satu destinasi utuh. Wisatawan bisa memulai perjalanan dari Museum Bahari, menyusuri Pelabuhan Sunda Kelapa, singgah ke Pasar Hexagon untuk mencicipi kuliner lokal, lalu mengakhiri kunjungan di Masjid Luar Batang.

Bagi Anda yang berencana berkunjung, informasi terkini mengenai jadwal acara dan pengembangan kawasan dapat dikonfirmasi melalui akun media sosial resmi Pemerintah Kota Jakarta Utara atau Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta. Waktu terbaik untuk menikmati kawasan ini adalah sore hari menjelang matahari terbenam, saat aktivitas pelabuhan mulai mereda dan lampu-lampu pasar mulai menyala.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top