BANDARLAMPUNG — Pelaksana Tugas Kepala BRMP Lampung Endro Gunawan menyebutkan progres penanaman padi di Lampung berjalan bervariatif setiap bulannya. Beberapa bulan mencatatkan realisasi di atas 85 persen, tetapi ada pula yang masih di bawah angka tersebut, seperti yang terjadi pada Juli lalu.
"Progres sejak Januari bervariatif, ada yang di atas 85 persen dan ada yang di bawah itu, tepatnya di Juli, tapi nanti akan ditingkatkan kembali," ujar Endro di Bandarlampung, Selasa.
Endro mengingatkan bahwa pola cuaca tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika pada periode yang sama tahun lalu Lampung masih mengalami kemarau basah, kini musim kemarau mulai berlangsung dan berpotensi menghambat laju penanaman.
"Di Agustus tahun ini mengalami kemarau, sedangkan tahun lalu masih ada hujan. Sehingga di periode ini harus bekerja keras terutama di Oktober-November untuk mencapai target yang telah ditetapkan," kata dia.
Untuk mengantisipasi kekeringan, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Endro menyebutkan irigasi perpipaan dan irigasi perpompaan disediakan sebagai upaya menjaga luas tambah tanam dan produksi padi di 2026 tetap terjaga.
Selain itu, penanaman padi gogo mulai didorong sebagai alternatif di lahan kering. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga produktivitas di tengah kondisi cuaca yang kurang mendukung.
"Nanti di Oktober-November saat mulai hujan, produksi akan dikejar. Sekarang petani juga sedang semangat menanam sebab nilai jualnya menguntungkan," tambahnya.
Data BRMP Lampung menunjukkan capaian tertinggi terjadi pada Januari dengan realisasi 97,36 persen dari target 92.836 hektare, atau mencapai 90.384 hektare. Sementara capaian terendah tercatat pada Mei yang hanya merealisasikan 62,66 persen dari target 126.984 hektare, dengan luas tanam 79.569 hektare.
Berikut rincian realisasi luas tambah tanam padi di Lampung per bulan:
Endro menegaskan pemantauan luas tambah tanam ini menjadi instrumen penting untuk mengukur progres produksi pertanian di Lampung dalam mendukung program swasembada pangan nasional.