Ngopi Pendidikan Islam di Lampung Utara, Guru Ngaji hingga Pelosok Abung Timur Cerita Nasib Madrasah ke Anggota DPR RI

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 17:38:01 WIB
Diskusi pendidikan Islam berlangsung di tengah suasana santai di Desa Sumber Agung, Lampung Utara.

LAMPUNG UTARA — Percakapan tentang masa depan pendidikan Islam tidak selalu lahir dari ruang rapat mewah. Di Desa Sumber Agung, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, obrolan itu justru tumbuh dari meja sederhana ditemani secangkir kopi, dihadiri langsung oleh para pendidik dan pemangku kebijakan.

Kegiatan NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) yang diinisiasi Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI ini menghadirkan Anggota DPR RI dari Partai Golkar, H. Aprozi Alam, serta akademisi UIN Raden Intan Lampung, Dr. Akbar Tanjung, S.Pd., M.Pd yang menjabat Wakil Dekan I. Turut hadir pula Prof. Dr. H. Deden Makbullah, M.Ag dalam forum diskusi yang berlangsung akrab tersebut.

Menjaring Aspirasi dari Akar Rumput

Dialog ini dirancang untuk mendengar langsung suara para pendidik dan masyarakat dari akar rumput. Berbeda dengan forum formal, NGOPI menghadirkan suasana santai namun tetap serius membahas persoalan mendasar: bagaimana memperkuat perhatian terhadap pendidikan Islam, kesejahteraan guru ngaji, dan keberlangsungan madrasah di daerah.

Sejumlah tokoh turut memeriahkan acara, di antaranya anggota DPRD Lampung Utara Guntur Laksana, pengurus PAC Abung Timur Lubis Ismail, serta pengurus PAC Abung Surakarta Achmad Bayu Multazam. Kehadiran para tokoh masyarakat dan guru ngaji setempat membuat diskusi semakin hidup dengan berbagai masukan dari lapangan.

Pendidikan Tak Selalu Dimulai dari Kelas Megah

Pesan yang mengemuka dalam pertemuan itu cukup tegas: pendidikan sering kali justru tumbuh dari surau, masjid, hingga rumah-rumah sederhana. Ketulusan seorang guru ngaji yang mengajarkan ilmu dan akhlak kepada generasi penerus menjadi fondasi yang tidak boleh diabaikan negara.

Dari meja pertemuan di desa, muncul harapan agar perhatian terhadap pendidikan Islam, guru ngaji, dan madrasah terus diperkuat. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak melulu soal gedung sekolah, tetapi juga tentang bagaimana negara hadir untuk mereka yang mengajar di tempat paling sederhana sekalipun.

Dari Sumber Agung, obrolan tentang pendidikan Islam itu pun menemukan maknanya: mendengar, menyambung aspirasi, dan bersama-sama mencari jalan untuk masa depan pendidikan yang lebih baik.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: tribunchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top