OJK dan Karang Taruna Lampung Siapkan 30 Desa Prioritas Jadi Pusat Wirausaha Muda

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 17:15:31 WIB
Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy dan Ketua Karang Taruna Lampung Wahrul Fauzi Silalahi menandatangani kerja sama pengembangan wirausaha muda di 30 desa prioritas.

BANDAR LAMPUNG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung memilih Karang Taruna sebagai mitra strategis untuk membangun ekosistem kewirausahaan di perdesaan. Kerja sama ini menjadi tindak lanjut dari program Desaku Maju yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, mengatakan fokus pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berputar di kawasan perkotaan. Menurutnya, potensi pemuda di desa sangat besar jika dibina melalui ekosistem kewirausahaan yang terstruktur.

Keselarasan dengan Program Desaku Maju Gubernur

Otto menegaskan inisiatif ini sejalan dengan arahan Gubernur Lampung yang konsen terhadap hilirisasi dan pembangunan ekonomi berbasis desa. Ia menilai pemerataan kesejahteraan harus terlihat nyata di masyarakat desa, bukan hanya dinikmati warga kota.

“Pak Gubernur sangat konsen dengan hilirisasi dan pembangunan ekonomi yang episentrumnya ada di desa. Biar pemerataan kesejahteraan itu tidak melulu dinikmati oleh teman-teman yang ada di kota, tetapi terlihat nyata buat masyarakat di desa,” kata Otto dalam pertemuan di Kantor OJK Lampung, Senin (10/8).

Dari total desa yang masuk program prioritas Gubernur, sebanyak 30 desa akan menjadi lokasi percontohan awal. Desa-desa tersebut dipilih karena mewakili seluruh kabupaten di Provinsi Lampung.

“Kita bisa memulainya di 30 desa prioritas Pak Gubernur, yaitu Desaku Maju. Karena 30 desa itu mewakili seluruh kabupaten di Lampung. Harapannya, kalau nanti sukses terlaksana, teman-teman di kabupaten tinggal mereplikasi saja untuk desa-desa yang lain,” ujar Otto.

Akses Keuangan Desa Capai 80 Persen, Literasi Masih Tertinggal

Kolaborasi ini tidak hanya menyasar penciptaan pengusaha baru, tetapi juga bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Data OJK menunjukkan, akses masyarakat Lampung terhadap industri jasa keuangan pada 2025 telah mencapai kisaran 80 persen, mendekati target nasional sebesar 90 persen.

Namun, tingkat pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan risiko produk jasa keuangan masih berada di angka 66 persen. Otto optimistis keterlibatan pemuda desa dalam aktivitas kewirausahaan yang terhubung langsung dengan akses keuangan resmi akan mendorong peningkatan literasi secara merata.

Karang Taruna Siap Cetak Pengusaha Muda Desa

Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menyambut baik program ini. Ia menegaskan inisiatif tersebut sejalan dengan program strategis organisasinya, yakni mencetak pengusaha muda di seluruh penjuru desa.

“Program ini dirancang untuk menciptakan wirausahawan muda berbasis desa yang mampu membuka lapangan kerja baru serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” ungkap Wahrul.

Wahrul menambahkan, program ini merupakan arahan langsung Gubernur Lampung untuk mempercepat pembangunan kawasan perdesaan. Sinergi antara Karang Taruna, pemerintah daerah, OJK, dan lembaga keuangan formal diharapkan melahirkan wirausahawan muda yang menjadi pilar pertumbuhan ekonomi Lampung.

“Melalui sinergi antara Karang Taruna, Pemerintah Daerah, OJK dan lembaga keuangan formal, diharapkan wirausahawan muda yang lahir dari desa dapat menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang mandiri dan berdaya saing di masa depan,” pungkasnya.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: bongkarpost.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top