Bapanas dan Bulog Terjun ke Alor, 37.338 Keluarga Terima Bantuan Beras 30 Kg untuk Tiga Bulan

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 12:04:31 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyerahkan bantuan beras kepada warga di Desa Fuisama, Kabupaten Alor, NTT.

LAMPUNG — Kalabahi, NTT — Pemerintah memastikan program bantuan pangan tidak berhenti di kota besar. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani terbang langsung ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, untuk menyerahkan bantuan perdana bagi warga di ujung timur Indonesia tersebut.

Total 37.338 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di kabupaten itu akan menerima jatah beras untuk tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September. Setiap keluarga mendapat 30 kilogram beras, sebuah upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus meringankan beban ekonomi rumah tangga di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.

Sinergi Pemerintah dan Bulog Jangkau Wilayah Kepulauan

Penyaluran bantuan menyasar langsung ke tingkat desa. Desa Fuisama mencatat 66 penerima, Desa Probur 513 penerima, dan Desa Lembur Barat 222 penerima. Angka ini menunjukkan distribusi dilakukan secara rinci hingga ke komunitas terkecil, bukan hanya berhenti di tingkat kecamatan atau kabupaten.

Amran menegaskan kehadirannya di Alor adalah bentuk nyata bahwa negara tidak membedakan perlakuan terhadap warganya, termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau kecil.

“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup dan bantuan yang menjadi haknya. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa jauh dari perhatian pemerintah hanya karena berada di wilayah kepulauan atau pelosok,” ujarnya dalam keterangan resmi, kemarin.

Bagi Amran, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bulog menjadi kunci utama agar distribusi pangan berjalan efektif. Ia menekankan bahwa bantuan harus sampai tepat sasaran dan tepat waktu, bukan sekadar wacana kebijakan di atas kertas.

Bulog: Tidak Ada Wilayah yang Terlalu Jauh untuk Dilayani

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan, tantangan geografis Indonesia memang tidak mudah. Distribusi ke wilayah kepulauan seperti Alor membutuhkan koordinasi logistik yang ekstra. Namun, ia menegaskan komitmen perusahaan pelat merah itu untuk menjangkau seluruh pelosok tanah air.

“Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Ini bukan hanya soal menyalurkan beras, tetapi memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Rizal.

“Bagi Bulog, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. Alor adalah bagian dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan,” tegasnya.

Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang penyerapan aspirasi warga. Masukan dari masyarakat, termasuk generasi muda Alor, disebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah dalam memperkuat kebijakan pangan nasional ke depan.

Dengan jaminan distribusi hingga tiga bulan ke depan, warga Alor kini memiliki kepastian stok beras di tengah gejolak harga pangan nasional. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa program bantuan pangan pemerintah akan terus diperluas, tidak hanya di Pulau Jawa tetapi hingga ke Indonesia timur.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: alor.inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top