LAMPUNG UTARA — Daya beli masyarakat Lampung Utara mulai menunjukkan perbaikan, tetapi posisinya masih tertinggal di tingkat provinsi. Berdasarkan data terbaru BPS yang dirilis pada 2025, rata-rata warga menghabiskan lebih dari Rp1 juta setiap bulannya untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah, meski secara absolut nominal belanja warga Lampung Utara masih menjadi yang terendah kedua se-Lampung. Dari total pengeluaran tersebut, porsi terbesar masih terserap untuk kebutuhan pangan.
Dari total Rp1.106.451 yang dibelanjakan setiap bulan, sebanyak Rp627.870 atau 56,75 persen digunakan untuk membeli makanan. Sisanya, Rp478.581 atau 43,25 persen, dialokasikan untuk kebutuhan bukan makanan seperti perumahan, pendidikan, dan transportasi.
Komposisi ini masih mencerminkan karakteristik rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan menengah ke bawah. Dalam teori ekonomi, semakin besar porsi belanja makanan dibandingkan total pengeluaran, semakin rendah tingkat kesejahteraan suatu wilayah.
Dengan nominal tersebut, Lampung Utara menempati peringkat ke-14 dari 15 kabupaten/kota di Lampung. Sementara itu, di tingkat nasional, kabupaten ini berada di posisi ke-466 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia berdasarkan besaran pengeluaran per kapita.
Artinya, masih ada sekitar 48 kabupaten/kota lain di Indonesia yang pengeluaran per kapitanya lebih rendah dari Lampung Utara. Posisi ini sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Lonjakan belanja warga tahun ini cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2024. Saat itu, rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Lampung Utara baru mencapai Rp1,04 juta per bulan.
Kenaikan sebesar 6,4 persen ini menunjukkan adanya pergerakan konsumsi rumah tangga yang lebih dinamis, baik didorong oleh kenaikan pendapatan maupun faktor harga kebutuhan pokok di pasaran.
Data ini menjadi bahan evaluasi bagi Pemkab Lampung Utara dalam merancang kebijakan pengendalian inflasi dan penguatan daya beli masyarakat ke depan.