Keluarga Pengurus PWI Lampung Mengungsi ke Rumah Aman Usai Ditegur Tetangga Berinisial Wito di Bandar Lampung

Penulis: Khairul Anwar  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:36:01 WIB
Keluarga pengurus PWI Lampung mengungsi ke rumah aman di Bandar Lampung pada Kamis dini hari setelah terjadi ketegangan dengan tetangga berinisial Wito.

BANDAR LAMPUNG — Ketegangan terjadi di lingkungan pemukiman padat penduduk di Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung. Keluarga Septiani, yang sehari-hari dikenal sebagai pengurus PWI Lampung, memilih meninggalkan rumahnya pada Kamis dini hari untuk menghindari eskalasi konflik dengan tetangganya sendiri.

Peristiwa yang memaksa keluarga ini mengungsi berawal dari teguran lisan yang disampaikan Eneng kepada Wito. Teguran tersebut dinilai wajar oleh Septiani, karena suara bising dari arah rumah Wito dinilai mengganggu kenyamanan warga yang sedang beristirahat.

"Eneng hanya mengatakan, 'Pak tolong dong, saya mau tidur, berisik'," ujar Septiani kepada Lampung Newspaper, Kamis (6/8/2026).

Kronologi: Dari Teguran Hingga Lemparan Botol ke Arah Dapur

Alih-alih meredam suasana, teguran halus tersebut justru memicu reaksi berlebihan. Septiani menyebut Wito merespons dengan kemarahan, yang kemudian berujung pada tindakan pengancaman terhadap Eneng. Eskalasi semakin memanas ketika botol minuman dilemparkan ke arah pintu dapur rumah keluarga Septiani.

Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB, saat sebagian besar warga tengah terlelap. Ketegangan bertambah karena pada saat yang bersamaan, Ketua RT setempat yang bernama Edy dan anggota Linmas bernama Kemat diketahui sedang berada di rumah Wito.

Menurut Septiani, Wito sempat menyampaikan rasa malunya karena ditegur Eneng di depan aparat lingkungan. Situasi yang tidak kondusif ini membuat keluarga Septiani merasa tidak aman dan mengambil keputusan untuk mengungsi.

"Atas kejadian itu kami sekeluarga mengungsi untuk menghindari dia," kata Septiani.

Langkah Hukum yang Ditempuh Keluarga

Meski memilih untuk meninggalkan rumah, keluarga Septiani tidak tinggal diam. Mereka telah mengambil langkah awal dengan menyampaikan laporan kepada Bhabinkamtibmas setempat melalui pesan WhatsApp. Langkah ini menjadi dasar untuk proses hukum lebih lanjut jika diperlukan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Wito maupun aparat kepolisian setempat mengenai dugaan pengancaman tersebut. Belum jelas pula apakah insiden ini akan berlanjut ke ranah penyelidikan formal atau diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi tokoh masyarakat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik antarwarga yang dipicu hal sepele bisa berdampak serius pada rasa aman sebuah keluarga. Keputusan mengungsi di tengah malam menunjukkan tingkat kekhawatiran yang dirasakan korban atas keselamatan keluarganya.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: lampungnewspaper.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top